Penyebab Lemak ASI Perah Terpisah

Menyimpan ASI perah jadi cara memastikan bayi tetap mendapat asupan terbaik meski tidak setiap waktu dapat menyusu langsung pada ibu. ASI perah dapat disimpan di lemari es atau dibekukan di freezer, lalu dicairkan bila hendak diberikan pada bayi.
Namun jangan kaget bila mendapati ASI perah beku yang dicairkan tampak berbeda dari ASI segar yang baru dimasukkan ke kulkas ya, Moms. Saat ASI perah beku dicairkan, Anda juga akan melihat ASI perah terbagi menjadi dua lapisan kental dan encer. Seolah-olah lemaknya terpisah!
Kenapa seperti itu, ya?
Kenapa Lemak ASI perah Beku yang Dicairkan Terpisah
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) melalui laman resminya menjelaskan, munculnya dua lapisan warna pada ASI perah setelah didiamkan beberapa saat adalah hal yang wajar.
Terpisahnya lemak terjadi karena kandungan ASI memang terdiri dari dua jenis, yaitu foremilk dan hindmilk.
Foremilk adalah ASI pertama yang diisap bayi saat menyusui atau biasa disebut ASI depan. Foremilk terlihat encer dan berwarna jernih. ASI foremilk kaya akan karbohidrat, vitamin, dan protein serta tinggi laktosa, yang mampu membantu perkembangan otak bayi, memberi energi, dan mengatasi rasa haus.
Sementara hindmilk adalah ASI yang ada pada bagian belakang sel atau disebut juga ASI belakang. Hindmilk akan keluar saat sesi menyusu hampir berakhir. Tekstur hindmilk kental dan mengandung lemak sehingga membuat bayi merasa kenyang.
Kedua kandungan ini lah yang tampak seperti lemak yang terpisah. Jadi tidak usah khawatir, ASI perah tersebut tetap aman dikonsumsi bayi.
Foremilk dan Hindmilk ASI Sama Pentingnya
Baik foremilk maupun hindmilk, sama pentingnya. Ya Moms, bayi harus mendapatkan kandungan foremilk yang tinggi laktosa dan hindmilk yang tinggi lemak.
Bisa diibaratkan bahwa foremilk itu adalah minuman sedangkan hindmilk itu adalah makanan. Untuk memperoleh keduanya, Anda harus memerhatikan frekuensi serta cara menyusui dan memompa ASI perah yang benar.
Ibu menyusui juga perlu tahu, foremilk dan hindmilk tidak diproduksi sendiri-sendiri, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan. Itu sebabnya, saat menyusui ibu disarankan untuk “menghabiskan” satu payudara terlebih dahulu sebelum berganti ke sisi sebelahnya.
Begitu juga saat sedang memompa ASI. Pastikan dalam satu kali sesi memompa, Anda memerah ASI selama 15 menit untuk masing-masing payudara. Hal itu penting, agar ASI perah yang Anda hasilkan mengandung foremilk dan hindmilk yang dibutuhkan bayi.
