Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan

1 Agustus 2021 8:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Perut ibu hamil yang kian membuncit dari hari ke hari membuat kebanyakan dari mereka merasa tidak nyaman. Bahkan tak jarang, beberapa dari mereka juga mengeluhkan perut yang terasa kencang selama kehamilan.
ADVERTISEMENT
Perut kencang pada ibu hamil ini biasanya akan menyebabkan nyeri di sekitar perut. Sehingga, kondisi ini membuat aktivitas ibu hamil terganggu karena sulit bergerak dengan bebas.
Umumnya, perut yang terasa kencang atau keras itu selalu dikaitkan dengan adanya peningkatan berat badan dan juga bisa terjadi karena adanya kontraksi braxton hicks atau kontraksi palsu, yaitu gangguan ringan yang biasanya dialami oleh ibu hamil di trimester kedua dan ketiga kehamilan.
Tapi pada kenyataannya, perut kencang yang dialami ibu hamil ini bisa terjadi di tiap trimesternya. Nah Moms, yuk, cari tahu penyebab lebih lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan

1. Trimester Pertama Kehamilan

Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan Foto: Shutterstock
-Gas atau Sembelit
Mom Junction melansir, sembelit atau munculnya gas menjadi masalah umum di awal kehamilan. Kedua hal ini bisa menyebabkan ibu hamil merasa kram di area perutnya.
ADVERTISEMENT
-Keguguran
Dalam beberapa kasus, perut yang terasa mengencang itu bisa mengindikasikan keguguran, Moms. Namun bila kondisi ini terjadi biasanya disertai dengan tanda seperti pendarahan, nyeri punggung bawah, dan keluarnya cairan dari vagina.

2. Trimester Kedua Kehamilan

Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Perut Kencang di Tiap Trimester Kehamilan Foto: Shutterstock
-Peregangan
Saat rahim ibu tumbuh, ia meregangkan otot dan ligamen di sekitar perut. Hal inilah yang mengakibatkan kram perut atau perut ibu hamil terasa ditusuk atau mengalami nyeri di sepanjang perut.
-Nyeri Ligamen Bundar
Terkadang, mungkin Anda akan mengalami rasa sakit yang tiba-tiba menusuk di perut bagian bawah atau daerah selangkangan di salah satu sisi atau keduanya. Rasa sakit ini juga bisa terasa seperti perut yang mengencang saat Anda melakukan perubahan posisi seperti berdiri, duduk atau membungkuk.
ADVERTISEMENT
-Kontraksi Braxton Hicks
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perut kencang biasanya memang disebabkan oleh adanya kontraksi palsu atau braxton hicks yang terjadi di trimester kedua. Saat kontraksi, biasanya Anda akan merasa perut lebih kencang sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Kondisi ini pun akan berlangsung selama 30 detik atau bahkan 60 detik atau 1 menit dan tidak separah seperti kontraksi pada saat persalinan.

3. Trimester Ketiga Kehamilan

Hamil Trimester Ketiga Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Hamil Trimester Ketiga Foto: Shutterstock
Nah, di trimester ketiga ini biasanya perut kencang bisa menjadi tanda bahwa persalinan Anda sudah semakin dekat, Moms. Meski begitu, kontraksi palsu atau braxton hicks juga bisa saja terjadi di trimester ketiga.
Namun, kontraksi yang sebenarnya alias tanda bahwa persalinan sudah di depan mata adalah adanya peningkatan atau frekuensi kekuatan dari waktu ke waktu. Saat itulah, Anda bisa segera menemui dokter.
ADVERTISEMENT
Di samping berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, ada penyebab lain dari perut kencang, misalnya saja karena gerakan janin. Ya, saat bayi mendorong atau menendang di dalam perut, Anda mungkin merasa tidak nyaman. Sehingga perut pun menjadi tegang atau kencang.
Selain itu, konsumsi makanan secara berlebihan juga bisa menyebabkan perut ibu hamil terasa kencang dan kaku. Sehingga, bila Anda makan dengan porsi yang berlebihan, hal itu bisa membuat perut terasa sesak atau kencang. Namun, Anda tak perlu khawatir karena kondisi ini tidak berbahaya dan hanya akan berlangsung selama beberapa saat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020