kumparan
21 November 2018 16:51

Penyebab Pria Bisa Ikut Ngidam saat Istrinya Hamil

Ilustrasi pria ngidam
Ilustrasi pria ngidam (Foto: Pexels)
Tidak seperti para istri yang sedang hamil, para pria yang jadi calon ayah biasanya tidak mendapat banyak perhatian. Padahal calon ayah juga bisa mengalami perubahan-perubahan selama masa kehamilan, termasuk ikut merasakan ngidam.
ADVERTISEMENT
Ya, meski tidak mengandung, calon ayah juga bisa ngidam, Moms! Menurut penelitian Prof. Dr. Robert McCall, direktur dari Office of Child Development, University of Pittsburgh, AS, sekitar 11-65 persen calon ayah mengalami gejala-gejala mirip ibu hamil.
Lantas, kenapa calon ayah bisa ikut-ikutan ngidam?
Fenomena ini sering disebut sebagai couvade syndrome atau sympathetic pregnancy, yakni kondisi di mana suami merasakan gejala yang serupa dengan pasangannya yang sedang mengandung.
Ibu hamil dan suami.
Ibu hamil dan suami. (Foto: Thinkstock)
Tak hanya ngidam, calon ayah juga bisa merasa mual, kram pada kaki, berat badan meningkat, gangguan pola tidur, dan lain sebagainya.
Perubahan itu ternyata disebabkan aktivitas hormon. Menurut penelitian Robin Edelstein dari University of Michigan, AS, level hormon testosteron dan estradiol pada laki-laki cenderung menurun perlahan selama pasangannya mengandung. Sementara pada ibu hamil, aktivitas hormon-hormon itu meningkat.
ADVERTISEMENT
Edelstein menduga perubahan hormon itu terjadi karena tekanan psikologis. Ia bersimpati pada rasa sakit yang istrinya rasakan. Selain itu calon juga stres memikirkan kewajiban-kewajiban baru yang segera datang.
Mulai dari kondisi keuangan, kecemasan menjadi orang tua, keraguan apakah nanti ia bisa menjadi ayah yang baik. Kecemasan-kecemasan semacam itu tak hanya dipikirkan ibu hamil.
Peran suami saat istri hamil.
Peran suami saat istri hamil. (Foto: Thinkstock)
Couvade syndrome biasanya muncul pada trimester pertama, hilang di trimester kedua, lalu muncul lagi pada trimester ketiga. Persis dengan tanda hamil sebenarnya.
Yang bisa Anda dan suami lakukan agar tekanan psikologis ini tak berlarut-larut adalah tetap menjaga komunikasi. Diskusikan secara terbuka tentang rencana masa depan kalian. Calon ayah juga perlu mencari informasi tentang kehamilan dan tips parenting untuk meredakan rasa cemasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan