Kumparan Logo

Perbedaan Jenis Vitamin untuk Ibu Hamil dan Setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil minum obat atau vitamin. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil minum obat atau vitamin. Foto: Shutterstock

Saat hamil dan setelah melahirkan, ibu perlu perlu memastikan asupan nutrisi yang dikonsumsinya bergizi. Sebab, kandungan yang ada di dalam makanan tersebut dibutuhkan untuk kesehatan ibu dan bayi.

Selain makan makanan bergizi, dokter juga biasanya meresepkan vitamin pranatal untuk ibu hamil. Tujuannya, untuk menambah asupan nutrisi untuk ibu dan bayi di dalam kandungan.

Setelah melahirkan pun, dokter bisa jadi memberikan tambahan vitamin. Harapannya, bisa untuk meningkatkan produksi ASI, sehingga bayi juga bisa mendapatkan cukup nutrisi.

Ilustrasi ibu menyusui minum vitamin. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Lantas, apa bedanya vitamin untuk ibu hamil dan setelah melahirkan?

Vitamin untuk Ibu Hamil

Vitamin pranatal atau vitamin yang dikonsumsi saat hamil berfungsi untuk membantu pembentukan sel-sel baru pada ibu hamil. Salah satu vitamin pranatal yang dianjurkan dikonsumsi ibu hamil adalah asam folat.

Mengutip Healthline, asam folat dapat bantu mencegah cacat lahir pada bayi. Jumlah asupan asam folat yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah sekitar 600 mikrogram (mcg) setiap hari.

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Mila Supinskaya Glashchenko/Shutterstock

Biasanya, asam folat baru dikonsumsi ibu hamil setelah mengetahui bahwa dirinya hamil, yakni sekitar 4-6 minggu setelah pembuahan. Padahal, risiko cacat tabung saraf pada bayi rentan terjadi pada bulan pertama kehamilan. Oleh karena itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan wanita yang berencana untuk hamil perlu mengonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari.

Selain asam folat, American Pregnancy Association juga menyarankan ibu hamil mengonsumsi makanan tinggi zat besi dan kalsium untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian ibu dan janin.

Vitamin untuk Ibu Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, ibu membutuhkan vitamin dan nutrisi yang berbeda. Sebab, bukan hanya kesehatan ibu dan bayi saja yang dipikirkan, melainkan juga untuk meningkatkan suplai ASI yang diperlukan.

Beberapa vitamin yang perlu ibu konsumsi setelah melahirkan, yaitu vitamin A, B1, B2, B6, B12, dan D, serta yodium, kolin, dan asam dokosaheksaenoat (DHA).

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Menurut American Pregnancy Association, selain untuk meningkatkan suplai ASI, suplemen tersebut dapat membantu pertumbuhan tubuh dan otak bayi, mendukung perubahan hormon, serta bantu mengurangi kecemasan dan stres setelah melahirkan.

Dikutip dari webMD, jumlah vitamin D yang perlu ibu menyusui konsumsi adalah sebesar 600 IU per hari. Sementara jumlah kolin yang direkomendasikan adalah sekitar 550 miligram setiap hari.

Nah Moms, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi vitamin saat hamil dan setelah melahirkan. Selain itu, Anda juga perlu menanyakan dosis yang tepat untuk dikonsumsi agar aman.

kumparan post embed