Kumparan Logo

Plank saat Hamil, Aman Enggak Ya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock

Selama kehamilan, Anda harus tetap aktif supaya tetap bugar dan juga sehat. Ya Moms, banyak olahraga yang aman dan bisa Anda lakukan selama hamil, seperti berenang, yoga, atau bahkan hanya berjalan santai.

Tapi sebelum olahraga, Anda harus meminta persetujuan dokter terlebih dahulu agar aman. Sebab, ada beberapa olahraga yang berbahaya jika dilakukan oleh ibu hamil.

kumparan post embed

Nah, bagaimana dengan plank? Plank adalah olahraga yang bisa meningkatkan kinerja otot. Namun, apakah olahraga ini aman?

Penjelasan soal Ibu Hamil Melakukan Plank

Plank saat Hamil, Aman Enggak Ya? Foto: Freepik

Secara Umum, Heather Irobunda, MD, Dokter Kandungan dari New York City, Amerika Serikat, mengatakan bahwa aman jika Anda melakukan plank selama trimester pertama kehamilan. Namun syaratnya, jika Anda sudah sering melakukannya sejak sebelum hamil, dan tidak memiliki kontraindikasi.

Sebab faktanya, selama Anda sehat, plank akan membantu menjaga otot inti tetap kuat dan membantu mencegah diastasis recti. Mengutip What to Expect, diastasis recti adalah pemisahan otot perut yang dapat terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Namun jika sudah memasuki trimester kedua dan ketiga, lebih baik jangan melakukan plank. Sebab, perut Anda semakin membesar dan akan sulit untuk melakukan gerakan tersebut dengan tepat.

“Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berhenti melakukan plank, jika Anda memperhatikan bahwa tidak ada banyak ruang untuk perut Anda, antara bagian tubuh Anda dan lantai saat melakukan plank, atau jika Anda merasa tidak stabil saat melakukannya,” jelas Dr. Irobunda seperti dikutip dari Live Strong.

kumparan post embed

Selain itu, melakukan plank di trimester kedua dan ketiga juga bisa menyebabkan beberapa risiko kehamilan. Salah satunya adalah menyebabkan doming pada dinding perut, yakni penonjolan dinding perut dan menyebabkan perut terlihat seperti kerucut.

Kemudian menurut Jodie Horton, MD, anggota American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), plank juga dapat memperparah sakit punggung pada ibu hamil. Sebab, saat melakukan plank, punggung akan menegang karena menahan perut yang besar.

"Jika Anda tidak melakukan plank dengan tepat, atau tidak memiliki kekuatan inti yang baik, tubuh Anda akan melibatkan otot-otot punggung untuk menahan posisi tubuh. Ini menciptakan ketegangan pada otot-otot di punggung Anda dan kemungkinan cedera,” jelasnya.

Jadi, lebih baik melakukan plank saat Anda masih hamil di trimester pertama, dan yang terpenting sudah sering melakukannya dan tahu cara melakukan plank yang benar. Serta, jangan lupa berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan tidak memiliki kontraindikasi atau komplikasi, Moms.

kumparan post embed