Kumparan Logo

Preeklampsia Minimal dan Berat pada Ibu Hamil, Apa Bedanya?

kumparanMOMverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil memeriksakan kandungannya ke dokter. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil memeriksakan kandungannya ke dokter. Foto: Shutterstock

Ibu hamil didiagnosis terkena preeklampsia umumnya karena ditemukan adanya protein di urine. Tapi jika protein tidak ditemukan, salah satu gangguan atau gejala lainnya juga bisa menentukan, Moms.

Menurut Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) 2016, kriteria terbaru tak lagi mengkategorikan lagi dengan preeklampsia ringan.

Hal ini karena setiap preeklampsia adalah kondisi berbahaya serta bisa mengakibatkan peningkatan morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas secara signifikan dalam waktu singkat.

Karenanya, kriteria diagnosis preeklampsia dibagi jadi kriteria minimal dan berat, dan yang bisa menentukan adalah dokter. Apa yang membedakan? Berikut rangkumannya:

Preeklampsia pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Kriteria Minimal Preeklampsia

Hipertensi :Tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik pada dua kali pemeriksaan berjarak 15 menit menggunakan lengan yang sama.

Dan protein urin :Protein urin melebihi 300 mg dalam 24 jam atau tes urin dipstik > positif 1.

Jika tidak didapatkan protein urin, hipertensi dapat diikuti salah satu di bawah ini:

Trombositopeni :Trombosit < 100.000 / mikroliter

Gangguan ginjal:Kreatinin serum diatas 1,1 mg/dL atau didapatkan peningkatan kadar kreatinin serum dari sebelumnya pada kondisi di mana tidak ada kelainan ginjal lainnya

Gangguan Liver:Peningkatan konsentrasi transaminase 2 kali normal dan atau adanya nyeri di daerah epigastrik / regio kanan atas abdomen

Edema Paru Gejala Neurologis:Stroke, nyeri kepala, gangguan visus

Gangguan Sirkulasi Uteroplasenta :Oligohidramnion, Fetal Growth Restriction (FGR) atau didapatkan adanya absent or reversed end diastolic velocity (ARDV)

Ilustrasi preeklamsia pada ibu hamil Foto: Shutterstock

Kriteria Preeklampsia berat (diagnosis preeklampsia dipenuhi dan jika didapatkan salah satu kondisi klinis di bawah ini ):

Hipertensi: Tekanan darah sekurang-kurangnya 160 mmHg sistolik atau 110 mmHg diastolik pada dua kali pemeriksaan berjarak 15 menit menggunakan lengan yang sama

Trombositopeni:Trombosit < 100.000 / mikroliter

Gangguan ginjal: Kreatinin serum diatas 1,1 mg/dL atau didapatkan peningkatan kadar kreatinin serum dari sebelumnya pada kondisi di mana tidak ada kelainan ginjal lainnya

Gangguan Liver: Peningkatan konsentrasi transaminase 2 kali normal dan atau adanya nyeri di daerah epigastrik / regio kanan atas abdomen

Edema Paru Gejala Neurologis :Stroke, nyeri kepala, gangguan visus

Gangguan Sirkulasi Uteroplasenta :Oligohidramnion, Fetal Growth Restriction (FGR) atau didapatkan adanya absent or reversed end diastolic velocity (ARDV).

----------------------------------------------------------

Masih ada artikel-artikel seputar preeklampsia yang kumparanMOM siapkan untuk Anda. Agar betul-betul paham, yuk baca habis semuanya!