kumparan
24 Juni 2019 10:04

Riset: Anak Kedua Laki-laki Cenderung Lebih Nakal

Ilustrasi anak laki-laki
Ilustrasi anak laki-laki Foto: unsplash
Moms, pernahkah Anda melihat perbedaan kepribadian antara anak pertama dan kedua? Misalnya si kakak cenderung lebih penurut. Sedangkan si adik suka membantah bila diberitahu. Dikutip dari Practical Parenting, seorang ahli menilai bahwa perbedaan sifat antara si sulung dan si adik ini memang bukan terjadi begitu saja, melainkan ada faktor penyebabnya.
ADVERTISEMENT
Seorang peneliti asal Denmark, Joseph Doyle, mengamati kepribadian ribuan keluarga di Denmark dan Amerika. Hasilnya, ia menemukan bahwa sebuah keluarga memang cukup kerepotan menghadapi sifat, karakter serta kepribadian anak kedua, terutama yang berjenis kelamin laki-laki. Dari pengamatannya, ia juga menemukan bahwa anak kedua cenderung memiliki lebih banyak masalah perilaku dibandingkan dengan si sulung.
anak laki-laki
anak laki-laki Foto: Shutterstock
Bahkan sebanyak 20 hingga 40 persen anak kedua laki-laki di sekolah lebih memiliki banyak masalah baik dengan teman maupun guru dibandingkan dengan saudaranya yang lebih tua.
"Hasilnya luar biasa, anak-anak kedua dibandingkan dengan saudara mereka yang lebih tua, jauh lebih mungkin berakhir di penjara, lebih mungkin untuk diskors di sekolah, dan lebih mungkin akan tetap nakal hingga ia remaja," kata Joseph yang juga sebagai ketua dalam penelitian ini.
ADVERTISEMENT
Menurut Joseph dan tim, perbedaan kepribadian antara si kakak dan si adik disebabkan oleh peran orang tua dalam mendidik anak serta perhatian yang diberikan oleh orang tua di rumah.
Ilustrasi ibu dan anak laki-lakinya
Ilustrasi Ibu dan Anak Laki-laki Foto: Shutterstock
"Kami menganggap perbedaan dalam perhatian orang tua sebagai faktor potensial yang berkontribusi terhadap kesenjangan dalam kenakalan di seluruh urutan kelahiran," kata Joseph yang juga sebagai ketua dalam penelitian ini.
Nah, bagaimana dengan anak kedua Anda di rumah, Moms? Apakah ia juga memiliki perbedaan kepribadian yang mencolok dengan si kakak? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan