kumparan
17 September 2019 18:25

Riset: Menyusui Salurkan Bakteri Baik untuk Bayi

com-Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutterstock
Satu hal lagi yang harusnya bisa membuat Anda semangat menyusui. Selain bisa mendekatkan bonding antara Anda dan bayi, menyusui langsung ternyata juga bisa menyalurkan bakteri baik untuk bayi.
ADVERTISEMENT
Mengutip Daily Mail, strudi terbaru yang dilakukan University of California Los Angeles' Pediatric Department, selama beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi menerima lebih dari 25 persen bakteri baik dari ASI dan sekitar 10 persen dari areola di sekitar puting susu ibu. Ya, itulah kenapa, menyusui langsung bisa menyalurkan bakteri baik lebih banyak untuk bayi.
menyusui bayi Foto: Shutterstock
Bakteri yang didapat bayi dari proses menyusui ini sangat penting, karena beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bakteri itu dapat menurunkan risiko asma dan alergi. Selain itu, bakteri yang didapat bayi saat menyusu ternyata juga bisa membantu melawan risiko obesitas, meningkatkan metabolisme dan sistem kekebalan tubuh, bahkan bisa mempengaruhi kinerja otak. Manfaat ini tak hanya dirasakan anak saat masih bayi saja, melainkan hingga si kecil dewasa, Moms.
ADVERTISEMENT
Senada dengan pernyataan di atas, Dr. Meghan Azad, salah satu dari penulis riset dari Children's Hospital Research Institute of Manitoba, Kanada mengatakan, ASI yang diperah memiliki tingkat bifidobacteria atau bakteri baik di usus lebih rendah daripada yang didapat bayi dari menyusu langsung pada payudara ibu.
Ilustrasi pompa ASI manual. Foto: Shutterstock
Meski begitu, bukan berarti Anda tidak boleh memerah ASI ya, Moms. Memerah ASI boleh-boleh saja untuk tetap mencukupi nutrisi si kecil saat Anda sedang tidak bersama bayi.
Tapi, saat Anda bersama bayi, sebaiknya memang menyusui langsung untuk mendapatkan lebih banyak bakteri baik. Saat menggunakan pompa ASI, Anda sebaiknya juga memperhatikan kondisi kebersihannya. Hal itu penting dilakukan, untuk mencegah masuknya bakteri berbahaya dari pompa ASI yang tidak bersih ke dalam sistem pencernaan bayi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan