Si Kecil Puasa Setengah Hari seperti Anak Nycta Gina? Ini Hukumnya dalam Islam

Saat anak sedang belajar puasa, tak masalah bila ia hanya sanggup menahan lapar dan haus hingga azan zuhur tiba. Pasalnya, anak yang belum balig tak diwajibkan untuk berpuasa penuh hingga magrib. Ya Moms, hal itu pula yang dilakukan Nycta Gina dalam melatih anak-anaknya berpuasa.
Dua anaknya, Panutan Adhya Semesta Trinycta (Uta) dan Lembar Putih Trinycta (Uti) tengah belajar puasa. Sebagai seorang ibu, perempuan yang akrab disapa Gina itu pun sangat senang melihat putra dan putrinya berpuasa di Ramadhan tahun ini.
Si bungsu, Uti, hanya puasa selama beberapa jam saja. Istri dari Rizky Kinos itu mengatakan setelah sarapan pada pukul 09.00 pagi, anak perempuannya itu buka puasa saat jam makan siang sekitar pukul 12.00 atau 12.30. Lain halnya dengan sang kakak, Uta. Anak laki-lakinya itu berbuka puasa di siang hari atau saat azar zuhur dan meneruskannya hingga waktunya magrib.
"Nah kalau uta lanjut lagi niii habis makan siang dia puasa lagi (karena tidur siang juga siii, biasanya bobo sampai jam 16.30-an) terus bukanya pas azan magrib. Hayooo capaaa niii yang sudah belajar puasa kayak mayuta sama adek uti???" tulis Nycta Gina dalam salah satu unggahan di Instagram pribadinya.
Berkaca dari hal yang dialami oleh anak-anak Nycta Gina, sebenarnya tak masalah jika anak puasa setengah hari. Namanya juga belajar, Moms. Namun, mengajarkan anak puasa secara bertahap diharapkan bisa melatih dirinya untuk lebih siap berpuasa saat sudah baligh kelak.
Tapi yang mungkin menjadi pertanyaan beberapa orang, bagaimana hukum puasa setengah hari dalam Islam, ya?
Penjelasan Ustaz soal Hukum Puasa Setengah Hari
Menurut Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag., ada dua sudut pandang dalam melihat anak puasa setengah hari, Moms. Pertama, sudut pandang fikih (ilmu tentang Islam) --puasa setengah hari tidak memenuhi syarat sahnya puasa. Salah satu syarat utama puasa ialah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum dari semenjak fajar (subuh) hingga magrib.
"Puasa setengah hari tidak sah secara fikih karena tidak memenuhi persyaratan puasa. Di samping itu juga secara fikih bahwa anak-anak yang belum baligh belum wajib menjalankan puasa," kata Ustas Rikza saat dihubungi kumparanMOM.
Kedua, dalam sudut pandang pendidikan atau tarbiyatul aulad dijelaskan, mengajarkan anak puasa setengah hari adalah salah satu bentuk pendidikan. Misalnya, mengajarkan anak untuk dapat memaknai esensi dari bulan penuh berkah itu sendiri sedari dini. Karenanya, dengan melatih anak berpuasa --meski hanya setengah hari, itu akan memberikan pemahaman akan esensi Ramadhan.
Ustaz Rikza kembali menambahkan bahwa hal ini secara tidak langsung dapat membuat anak terbiasa untuk menjalankan ibadah puasa, meski hanya semampunya saja.
"Agar ketika sudah tumbuh semakin besar, akan semakin memudahkan bagi orang tuanya untuk mengajak anak berpuasa. Karena jika tidak dibiasakan sama sekali, bisa jadi nantinya akan lebih menyulitkan orang tuanya mengajak anaknya berpuasa," jelas Ustaz yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta tersebut.
Jadi sudah jelas ya, Moms. Bila Anda ingin si kecil belajar puasa setengah hari seperti yang dilakukan anak Nycta Gina tak masalah. Meski hal ini dapat dibilang tidak sah secara fikih, namun ternyata memiliki makna mendalam dan penting dari sisi pendidikan agama.
Sehingga, tak ada salahnya bila Anda ingin mengajarkan si kecil berpuasa secara bertahap. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anak-anak termasuk ke dalam golongan yang belum diwajibkan untuk puasa.
"Anak-anak bisa memahami esensi Ramadhan dan juga agar kedepannya lebih mudah bagi orang tuanya mengajak anak mereka berpuasa secara sempurna. Dan Insyaallah atas hal tersebut, orang tua akan mendapatkan pahala dalam mendidik anak-anaknya," tutup Ustaz Rikza.
