Kumparan Logo

Studi Ungkap Melahirkan Caesar Tingkatkan Risiko Gangguan Tidur pada Ibu

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi Ungkap Melahirkan Caesar Tingkatkan Risiko Gangguan Tidur pada Ibu. Foto: Ground Picture/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Studi Ungkap Melahirkan Caesar Tingkatkan Risiko Gangguan Tidur pada Ibu. Foto: Ground Picture/Shutterstock

Masa pemulihan setelah melahirkan caesar kerap menjadi tantangan tersendiri bagi ibu. Ya Moms, tidak sedikit yang merasakan sejumlah keluhan fisik, misalnya nyeri di area sayatan, sulit bergerak, perut terasa kembung dan tidak nyaman, hingga kelelahan.

Dan perubahan fisik tersebut rupanya dapat memengaruhi kondisi emosional para ibu. Pada momen ini, Anda mungkin akan merasakan kecemasan dan kecewa, atau bahkan menunjukkan gejala baby blues seperti sedih, mudah menangis, dan sensitif.

Dan selama periode pemulihan pascapersalinan caesar rupanya juga dapat memengaruhi kualitas tidur seorang ibu, Moms.

Dalam studi terbaru yang dikeluarkan American Society of Anesthesiologists mengungkapkan, sekitar 70 persen ibu yang melahirkan lewat operasi caesar melaporkan nyeri hebat yang mengganggu aktivitas dan tidur mereka selama berhari-hari. Angka ini cenderung lebih rendah dialami ibu yang melahirkan pervaginam, yaitu 8 persen.

Peneliti meneliti perbedaan antara pemulihan ibu pascaoperasi caesar dan persalinan pervaginam. Mereka berbicara dengan 41 ibu tentang pengalaman pascapersalinan, dengan rincian 24 ibu melahirkan pervaginam, 11 ibu lewat operasi caesar, dan 7 ibu dengan operasi caesar yang tidak direncanakan sebelumnya.

Hasilnya, lebih dari dua pertiga ibu yang menjalani operasi caesar (rincian, 73 persen terjadwal dan 67 persen tidak terencana) melaporkan nyeri hebat yang mengganggu tidur dan aktivitas mereka sehari-hari.

Peneliti juga mencoba melihat data lebih luas dengan menganalisis basis data asuransi nasional di Amerika Serikat yang terdiri dari 1,5 juta ibu melahirkan antara tahun 2008 dan 2021.

Mereka menemukan bahwa ibu yang menjalani operasi caesar, maka 16 persen lebih kemungkinannya ikut didiagnosis dengan gangguan tidur baru, seperti insomnia, kurang tidur, dan obstructive sleep apnea, dalam satu satu tahun setelah melahirkan.

Bukan Hanya Mengurangi Durasi Tidur Nyenyak, tapi Meningkatkan Risiko Perubahan Emosional

Ilustrasi posisi tidur ibu setelah melahirkan secara caesar. Foto: Shutterstock

Dan perlu diingat, masalah gangguan tidur ini bukan sekadar kehilangan beberapa jam tidur nyenyak, yang biasa dialami oleh orang tua baru setelah melahirkan. Namun, gangguan terjadi ketika rasa sakit pascapersalinan membuat Anda tetap terjaga, sehingga kurang tidur dapat dengan cepat memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

"Tidur sering diabaikan dalam pemulihan pascapersalinan, padahal tidur sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seorang ibu," ujar Moe Takenoshita, M.B.B.Ch, penulis utama studi dan peneliti pascadoktoral di Departemen Anestesi, Stanford University Center for Academic Medicine, dikutip dari The Bump.

"Persalinan caesar, khususnya, bisa meningkatkan risiko nyeri hebat dan gangguan tidur, yang dapat menyebabkan depresi pascapersalinan, masalah berpikir dan ingatan, serta kelelahan. Dan juga berisiko mengganggu ikatan dengan bayi, serta hubungan dengan keluarga dan teman," imbuh dia.

Bagaimana mencegah gangguan tidur terjadi pada ibu setelah persalinan caesar?

Tentunya, Anda memerlukan dukungan orang-orang di sekitar untuk membantu mengasuh bayi dan mengerjakan pekerjaan rumah, terutama di masa pemulihan. Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter seputar cara mengatasi nyeri dan tidur yang lebih baik. Dan yang tidak kalah penting adalah dapatkan waktu untuk me time, yaitu sekadar mendapat pijatan lembut dan perawatan diri yang bisa membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur.