Susu Bisa Membantu Anak Tumbuh Sehat dan Kuat, Sekadar Kalimat Iklan atau Fakta?
ยทwaktu baca 3 menit

Susu merupakan minuman yang populer untuk anak. Ya Moms, produsen susu kerap memasarkan produknya sebagai minuman yang bisa meningkatkan pertumbuhan anak agar sehat dan kuat.
Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya soal bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut? Atau jangan-jangan, hal itu hanyalah kalimat iklan belaka?
Moms, yuk, kita cek fakta seputar manfaat susu untuk pertumbuhan anak. Benar atau tidak, ya?
Bukti Ilmiah tentang Klaim yang Sebut Susu Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Anak
Sebagai orang tua, Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa susu sudah lama dikaitkan sebagai minuman yang bisa mendukung pertumbuhan anak.
Ya Moms, salah satu studi ilmiah pertama yang mengevaluasi hubungan susu dengan pertumbuhan anak dilakukan pada tahun 1928. Dikutip dari Healthline, anak yang minum susu berat dan tinggi badannya meningkat 20 persen dibandingkan anak yang tidak minum susu.
Penelitian yang lebih baru dan berfokus pada efek susu pada pertumbuhan masa kanak-kanak telah menghasilkan hasil yang beragam, terutama ketika faktor sosial ekonomi, seperti pendapatan dan akses ke makanan bergizi, dipertimbangkan. Ya, sebuah penelitian baru-baru ini mengaitkan konsumsi susu dengan berkurangnya risiko stunting, yaitu 1,9 persen lebih rendah pada anak-anak antara usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Menariknya, hubungan tersebut lebih kuat pada anak-anak yang tinggal di negara maju dan memiliki akses lebih luas untuk mendapat makanan padat bernutrisi lainnya. Para ahli berasumsi bahwa hubungan positif antara asupan susu dan pertumbuhan anak, juga disebabkan karena variasi nutrisi tersebut.
Susu mengandung banyak nutrisi penting, termasuk protein, kalsium, kalium, seng, dan vitamin A. Ya Moms, semuanya itu penting untuk pertumbuhan anak. Beberapa produk susu juga diperkaya dengan vitamin D.
Tak hanya itu, susu juga merangsang produksi hormon yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1). Hormon tersebut sangat terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang dan jaringan otot.
Meski begitu, bila anak alergi dengan susu atau tidak suka minum susu, Anda tak perlu cemas. Si kecil dapat memperoleh beragam nutrisi di atas dari makanan lainnya. Tapi, susu memang merupakan salah satu pilihan yang paling terjangkau bagi banyak keluarga untuk mendapatkan nutrisi yang bisa mendorong pertumbuhan anak.
Berapa Banyak Anak Boleh Minum Susu?
Meski susu punya beragam manfaat baik untuk tumbuh kembang anak, Anda tetap harus membatasi konsumsinya. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI sebagai minuman sekaligus makanan terbaik untuk bayi yang manfaat dan kandungan gizinya tidak bisa ditandingi oleh susu sapi maupun susu lainnya. Itulah kenapa, pemberian ASI sangat direkomendasikan hingga si kecil berusia 2 tahun.
Nah Moms, bila anak Anda sudah berusia 1 tahun, Anda juga tidak boleh sembarangan memberikannya minuman. Ya, di usia itu, si kecil hanya perlu minum ASI atau susu formula dan air putih.
Bila Anda memberikan susu pada anak, ingatlah untuk jangan pernah memberikannya secara berlebihan. Sebab, terlalu banyak minum susu juga bisa berbahaya untuk anak.
Penelitian menunjukkan bahwa minum susu sebelum usia 12 bulan, atau minum lebih dari 2 cangkir (500 ml) per hari untuk anak di atas 12 bulan dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dan anemia. Anemia sendiri adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup sel darah merah dalam darah anak yang bisa mengakibatkan gangguan kemampuan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Selain itu, ingat, Moms, pemberian susu saja tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi anak. Sehingga, Anda tetap perlu memberikan makanan bergizi seimbang setiap harinya agar si kecil bisa tumbuh sehat dan kuat.
