Kumparan Logo

Tanya Jawab Lengkap Seputar Penggunaan Tisu Basah pada Bayi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mengganti popok bayi menggunakan tisu basah. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengganti popok bayi menggunakan tisu basah. Foto: Getty Images

Tisu basah sepertinya sudah menjadi salah satu barang yang wajib dibawa orang tua ketika bepergian atau keluar rumah bersama bayi mereka. Setuju, Moms?

Ya, selain penggunaannya yang praktis karena bisa digunakan sebagai pengganti air, tisu basah umumnya digunakan para ibu untuk membersihkan kotoran bayi, tangan bayi yang kotor, hingga mengelap gumoh si kecil.

Namun rupanya, tak sedikit pula orang tua yang masih ragu untuk menggunakan tisu basah ke bayi mereka.

Terlebih, bayi baru lahir dianggap memiliki kulit yang sensitif sehingga penggunaan tisu basah ini dikhawatirkan dapat menimbulkan ruam pada kulit si kecil. Nah Moms, dilansir Parenting FirstCry, berikut adalah beberapa pertanyaan yang kerap diajukan orang tua seputar penggunaan tisu basah pada bayi beserta jawabannya.

Tisu Basah Foto: Shutter Stock

1. Bagaimana cara memilih tisu basah yang baik untuk bayi?

Kini, terdapat berbagai model dan merek tisu basah bayi yang dijual di pasaran. Mulai dari tisu basah yang mengandung wewangian atau parfum, tanpa pewangi, hipoalergenik, dan sebagainya. Lalu, bagaimana memilih tisu basah yang baik untuk si kecil?

Hal pertama yang harus Anda ketahui ialah memerhatikan jenis kulit si kecil. Jika bayi Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, sebaiknya Anda dapat memilih tisu basah tanpa wewangian atau parfum. Sebab, wangi yang ditambahkan pada tisu basah tersebut dapat memicu iritasi pada kulit bayi.

Kedua, Anda juga perlu memerhatikan kandungan yang terdapat pada tisu basah tersebut, Moms. Pilihlah tisu basah yang bebas alkohol dan tanpa pewarna apa pun. Sehingga lebih aman di kulit si kecil.

2. Bahan apa yang harus dihindari saat memilih tisu basah bayi?

Moms, perlu diingat bahwa Anda perlu menghindari membeli tisu basah yang mengandung bahan tambahan yang keras atau berbahaya, seperti paraben (atau bahan apa pun yang diakhiri dengan paraben: ethylparaben, methylparaben, atau propylparaben), natrium benzoat, polisorbat 20, sulfat, ftalat, dan sejenisnya. Mengapa demikian? Karena beberapa kandungan tersebut dapat memicu reaksi alergi pada kulit si kecil, Moms. Sebaiknya, Anda pun dapat mempertimbangkan tisu dengan jumlah bahan paling sedikit di dalamnya.

3. Bolehkah menggunakan tisu basah pada wajah bayi?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa umumnya penggunaan tisu basah salah satunya untuk membersihkan wajah atau bahkan area mulut si kecil karena gumoh atau habis makan. Itu artinya, Anda memang dapat menggunakan tisu basah tersebut untuk wajah bayi Anda. Namun, ada baiknya pilih tisu basah yang lembut dan bebas wewangian atau parfum, ya!

Ilustrasi menyeka bayi dengan tisu basah Foto: Shutterstock

4. Bolehkah menggunakan tisu basah pada kulit bayi yang sensitif?

Umumnya, bayi baru lahir memang memiliki kulit yang sensitif. Maka dari itu, mereka membutuhkan produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulitnya itu. Pilihlah tisu basah yang lembut, tidak mengandung parfum (non-parfume), tidak mengandung alkohol, dan bahan berbahaya lainnya.

5. Bagaimana dengan penggunaan tisu basah bayi yang beraroma alias wangi?

Berbagai merek tisu basah bayi yang dijual di pasaran memiliki keharuman ringan di dalamnya. Meski aromanya terasa harum, --seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ada baiknya Anda tidak menggunakan tisu basah tersebut pada bayi baru lahir.

Ilustrasi bayi ganti pokok. Foto: Shutterstock

6. Bolehkah menggunakan tisu basah bayi jika ia mengalami ruam popok?

Moms, apabila bayi Anda sering mengalami masalah ruam popok, sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan tisu basah jenis tertentu yang cocok untuk kulit bayi Anda.

7. Bagaimana cara tepat menggunakan tisu basah pada bayi?

Jika Anda memiliki bayi perempuan dan ingin membersihkan alat kelaminnya, maka Anda dapat mengusap perlahan dari depan ke belakang. Jangan sekali-kali menyeka dari belakang ke depan karena bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Sehingga dapat menyebabkan peradangan di area tersebut. Selain itu, bersihkan area lipatan antara paha dan bokong dengan tisu basah bayi yang baru.

Sementara, bila bayi Anda laki-laki, penis si kecil harus dibersihkan terlebih dahulu, Moms. Mulailah mengusap dari bawah testis dan lipatan di antara paha diperlukan. Hal ini dilakukan untuk menurunkan risiko infeksi. Setelah itu, seka area pantat si kecil.

kumparan post embed