‘Teen Life Journal’, Buku Journaling yang Bermanfaat Bagi Anak Remaja
·waktu baca 2 menit

Masa remaja adalah masa transisi bagi anak yang perlu mendapat perhatian penuh dari orang tua. Ya Moms, pada fase ini, seseorang sudah tidak lagi dikatakan anak-anak namun juga belum bisa dikatakan sebagai orang dewasa.
Sehingga tak heran, jika di masa ini anak masih mencari jati diri dan rentan menghadapi masalah. Sehingga, menurut badan kesehatan dunia atau WHO, 16 persen penderita kesehatan mental di dunia merupakan remaja berusia 10-19 tahun. Artinya, 1 dari 6 orang remaja memiliki kesehatan mental yang tidak baik.
Mengutip dari laman Instagram Ruang Tumbuh, @ruangtumbuh.id, setengah dari sebagian besar penyakit mental yang diderita remaja, muncul pada usia 14 tahun. Namun kebanyakan kasus justru tidak terdeteksi dan tidak disembuhkan.
Lalu, apa konsekuensinya jika kesehatan mental anak saat remaja tidak disembuhkan? Konsekuensinya akan bermuara di usia dewasa nanti, Moms. Anak bisa tidak mampu untuk hidup sesuai apa yang diinginkannya dan berujung pada gangguan kesehatan fisik dan mental.
Dengan banyaknya kasus kesehatan mental pada remaja, maka Ruang Tumbuh, yakni Pusat Konsultasi Psikologi, Terapi, dan Pengembangan Diri, mencoba untuk meminimalisir hal tersebut dengan merilis buku Teen Life Journal.
Manfaat Buku ‘Teen Life Journal’ bagi Anak Remaja
Menurut Irma Gustiana A, M.Psi, Psikolog dan Pendiri Ruang Tumbuh, buku tersebut merupakan buku aktivitas remaja yang disusun langsung oleh para psikolog di Ruang Tumbuh.
“Karena kita memang tim psikolog yang biasa menangani anak dan remaja,” jelasnya pada talkshow ‘Ruang Tumbuh 3rd Anniversary Talkshow & Book Launching’ dalam rangkaian acara Ruang Tumbuh Teen Fest, pada Sabtu (13/6).
Lebih lanjut, Irma menjelaskan bahwa Teen Life Journal merupakan buku yang menggabungkan edukasi dan juga metode journaling. Ya, memang belum banyak yang familiar soal journaling, namun Irma berharap buku ini dapat memberikan dampak yang positif.
Kemudian, curhatan remaja-remaja di Ruang Tumbuh juga merupakan latar belakang mengapa buku ini diterbitkan. Di mana banyak remaja yang curhat tentang kegalauan, kecemasan, dan juga berbagai macam hal.
“Karena kita tahu bahwa di masa remaja ini memang masa peralihan ya, jadi bukan anak-anak, tapi bukan dewasa juga, jadi banyak sekali hal-hal yang menjadi dinamika dalam remaja,” jelas Hesty Novitasari, M.Psi., Psikolog dan Associate Psikolog Anak dan Remaja Ruang Tumbuh, dalam acara yang sama.
Sehingga, Teen Life Journal diharapkan dapat menekan gejala-gejala seperti kecemasan, depresi, gangguan emosi dan perilaku dari remaja. Ini karena buku tersebut bisa menjadi media yang menjembatani remaja untuk mengeksplorasi kemampuannya, supaya kesehatan mentalnya terjaga, Moms.
Teen Life Journal sendiri merupakan buku yang menggambarkan kebutuhan remaja. Fungsinya untuk menstimulasi remaja agar memiliki outlet yang tepat dalam mengekspresikan perasaannya. Jadi, di dalam bukunya akan ada bagian yang dapat dikerjakan menggunakan alat tulis.
Di dalam buku tersebut juga ada bagian soal mencintai diri sendiri, sebab remaja cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain. Lalu ada activity, regulasi diri, emotional feeling, dan bagaimana memiliki gaya hidup sehat untuk remaja.
“Ada juga infografis yang bahasanya menyesuaikan bahasa remaja sekarang, jadi enggak merasa digurui, karena anak remaja enggak suka selalu digurui,” tutur Irma.
Harga buku Teen Life Journal ini adalah Rp 95.000, Anda bisa membelinya langsung ke toko online Ruang Tumbuh Shop di Instagram, atau juga di beberapa e-commerce.
