Terapkan 6 Kebiasaan Ini Sebelum Anak Beranjak Remaja

Ada kebahagian tersendiri menyaksikan anak beranjak remaja. Mengamati pertumbuhannya dari hari ke hari sejak ia bayi tentu menyenangkan. Namun sebagian ibu mungkin juga merasa khawatir di saat yang bersamaan. Bagaimana jika anak sudah tidak mau mendengarkan nasihat Anda kelak ia remaja nanti?
Ya Moms, semakin banyak orang yang anak kenal, maka makin banyak pula aktivitas yang ia habiskan di luar rumah. Anak pun jadi tidak bergantung sepenuhnya dengan Anda. Pengaruh orang tua bisa jadi tidak sepenting dulu.
Jadi terlalu kecewa, Moms. Anda pasti juga pernah berada pada fase itu. Dilansir Parenting, sebelum anak beranjak remaja dan masih mau mendengarkan Anda, yuk terapkan kebiasaan ini:
1. Makan Malam Bersama

Ketika anak sudah masuk sekolah, tentu agak sulit menyempatkan waktu makan bersama sekeluarga. Bagaimanapun, momen ini penting untuk mempererat ikatan antara orang tua dan anak.
Sesibuk apapun Anda dan si kecil, sebaiknya sempatkan makan bersama satu kali dalam sehari. Makan malam bisa jadi momen yang ideal untuk membicarakan aktivitas satu sama lain, berdiskusi, dan bercanda setelah seharian beras di luar rumah. Pastikan suami Anda juga hadir ya, Moms.
2. Tidak Main Handphone saat Menyetir dan Makan
Anda mungkin tidak sadar, tapi anak selalu mengamati kebiasaan Anda setiap waktu. Tak hanya mengamati, melainkan juga mencontoh. Termasuk kebiasaan buruk seperti main handphone saat menyetir atau makan.
Pada momen itu kita seharusnya berhenti berinteraksi lewat dunia maya dan fokus sejenak. Jangan sampai Anda menghiraukan si kecil yang bercerita saat selesai makan malam karena sibuk balas chat WhatsApp.
3. Berpelukan dan Sentuhan Fisik Lain

Terdengar sederhana memang, tapi percayalah tidak semua orang tua menjadikan sentuhan fisik sebagai kebiasaan. Banyak orang tua dan anak yang canggung untuk saling berpelukan seiring anaknya beranjak besar. Padahal orang dewasa pun butuh dipeluk pada masa-masa sulit.
Nah Moms, jangan biarkan sentuhan fisik menjadi asing antara Anda dan anak. Biasakan memeluknya sebelum ia berangkat sekolah atau mencium kening sebelum tidur.
4. Mengenal Teman-teman Anak
Mengapa ini penting, Moms? Sebab, Anda tidak bisa selalu mengarahkan si kecil dengan siapa ia berteman. Tapi Anda bisa membiasakan anak untuk mengenalkan teman-temannya pada Anda.
Dengan begitu setidaknya Anda tahu dengan siapa ia biasanya bermain, menghubungi siapa jika anak tidak ada kabar. Kebiasaan ini akan bermanfaat saat anak sudah remaja. Jika Anda baru meminta anak mengenalkan temannya saat ia sudah besar, anak akan melihat Anda sebagai ibu yang selalu ingin tahu.
5. Berbagi Hobi dan Ketertarikan

Anda hobi berlari? Tak ada salahnya mengajak anak jogging tiap pagi atau bahkan mengajak anak bergabung dengan komunitas lari Anda. Hal ini akan turut mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Nah sebaliknya jika anak terus membicarakan game seperti Clash of Clan atau Minecraft, tak ada salahnya Anda ikut bermain. Anak akan lebih terbuka dengan Anda.
6. Menghargai Kegagalan Anak
Tentu Anda ingin mendukung anak untuk selalu berhasil mencapai keinginannya. Tapi berikan ruang baginya untuk mencoba hal baru. Artinya ia boleh gagal atau berhasil saat mencobanya. Terapkan padanya bahwa gagal adalah hal biasa dalam hidup. Jika si kecil gagal melakukan sesuatu, jangan memarahinya. Anda bisa memberikannya semangat agar ke depan, anak tidak takut mencoba hal-hal baru.
