Kumparan Logo

Kiat supaya Tidak Mengasuh Anak secara Berlebihan

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ciri anda orang tua protective. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ciri anda orang tua protective. (Foto: Thinkstock)

Sekali pun setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat buah hati, pastikan dilakukan secara tepat dan terarah. Tidak perlu sampai berlebihan, sebab segala sesuatu yang berlebihan memang kurang baik. Termasuk, hyper parenting atau pola pengasuhan yang terlalu banyak menuntut dan overprotektif.

Cara pengasuhan itu justru bisa berakibat negatif buat anak. Bukan saja menganggu tumbuh kembang mental si kecil, tapi juga mengganggu hubungan anak dengan orang tua pun. Tentu tidak ingin kan Moms?

Lalu, bagaimana kiat agar Anda tidak menjadi orang tua yang hyper parenting?

Simak kiat-kiat yang kumparanMOM rangkum berikut:

Jadilah pendengar baik

Ilustrasi ibu dan anak.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)

Bukan saja orang tua yang ingin didengar, anak juga memiliki haknya untuk didengar lho, Moms. Tidak semua yang Anda anggap baik berlaku pada anak. Anak juga memiliki emosi, perasaan dan keinginannya sendiri, Moms.

Posisikan sebagai teman bercerita bagi anak. Dengarlah anak Anda dan pelan-pelan saja memberi arahan pada anak. Jangan memaksakan kehendak atau terlampau mencurigai anak. Selain membuat anak tidak nyaman, bisa jadi ia malah ‘dendam’ terhadap sikap Anda.

Sepakati aturan

Sepakati artinya ada dialog. Sebelum Anda menerapkan aturan bagi anak, maka anak juga berhak untuk menyampaikan pendapatnya. Maka, membangun komunikasi adalah kunci.

Jadi contoh yang baik

Ilustrasi ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)

Jangan sampai Anda memberi anak aturan ini dan itu, tapi Anda sendiri tidak menerapkan atau melanggarnya. Jadilah teladan yang baik bagi anak, Moms. Sambil tentunya, memberi penjelasan dan alasannya pada anak.

Beri kepercayaan

Ada beberapa hal yang memang masih Anda perlu ikut campur menentukan. Tapi, berilah ruang ia untuk menjadi ‘dirinya’ Moms. Berilah ia kepercayaan dan ajari ia untuk bertanggungjawab. Misalnya, sesekali beri ia kebebasan membelikan uang sakunya untuk jajan tanpa Anda banyak menaruh kecurigaan.

Santailah

Anak sudah lelah sekolah, sepulangnya ia harus mengikuti rentetan aktivitas les yang menguras tenaga dan pikiran. Tujuannya sih agar anak bisa unggul dalam banyak hal. Eits, anak-anak juga perlu istirahat dan bersantai. Bahkan, harus Anda penuhi dan seimbangkan. Jangan memaksa anak ya Moms.

Family time

com-Bahagiakan Keluarga (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Bahagiakan Keluarga (Foto: Thinkstock)

Tak ada yang lebih utama dari kasih sayang orang tua kepada anak dan sebaliknya. Maka, luangkan waktu kebersamaan dengan keluarga dan anak tercinta Moms. Misalnya bersepeda bersama sambil bertukar cerita dan pendapat.