Teori Ramzi untuk Deteksi Jenis Kelamin Bayi di Dalam Kandungan, Apakah Akurat?

14 Mei 2022 9:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pemeriksaan jenis kelamin bayi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan jenis kelamin bayi. Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
Banyak ibu hamil yang ingin mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan. Salah satu caranya adalah dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) di usia kandungan 16-18 minggu. Namun, beberapa ibu mungkin ada yang tak sabar untuk mengetahui jenis kelamin bayi lebih cepat.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, beberapa tahun terakhir ada teori yang disebut-sebut bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan, namanya teori Ramzi. Teori Ramzi atau sering disebut metode Ramzi menemukan bahwa lokasi plasenta yang terlihat melalui USG dapat memprediksi jenis kelamin bayi di dalam kandungan di minggu keenam kehamilan.
Ilustrasi posisi plasenta. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi posisi plasenta. Foto: Shutter Stock
Katanya, bila posisi plasenta di sisi kanan rahim, maka calon bayi berjenis kelamin laki-laki. Namun, bila posisi plasenta terletak di sisi kiri, maka calon bayi berjenis kelamin perempuan. Benarkah akurat?

Penjelasan soal Keakuratan Teori Ramzi untuk Deteksi Jenis Kelamin Bayi di Dalam Kandungan

Teori Ramzi dikemukakan oleh Dr. Saad Ramzi Ismail, salah satu dokter kesehatan masyarakat dengan kemampuan di bidang ultrasonografi. Meski teori ini menarik, para ahli sepakat bahwa itu bukan cara akurat untuk memprediksi jenis kelamin.
ADVERTISEMENT
“Tidak ada dasar ilmiah yang diketahui atau data faktual untuk membuktikannya,” kata Kecia Gaither, Dokter Spesialis Kandungan, seperti dikutip dari Parents.
Ia menambahkan, letak plasenta tidak hanya dilihat dari sisi kanan atau kiri, tetapi juga bisa dari anterior dan posterior di dalam rongga perut.
Ilustrasi bayi di dalam kandungan. Foto: yucelyilmaz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi di dalam kandungan. Foto: yucelyilmaz/Shutterstock
Teori Ramzi juga telah dipelajari dan dibantah oleh para peneliti medis di Australia. Dari 227 kehamilan yang dites, tidak ada bukti bahwa lokasi plasenta berhubungan dengan jenis kelamin bayi di dalam kandungan
“Metode paling sederhana dan akurat untuk mendapatkan informasi itu adalah USG di pertengahan kehamilan. USG telah lama menjadi metode paling umum untuk orang tua mengetahui jenis kelamin bayi mereka,” jelas Katie Sagaser, MS, LCGC, seorang direktur konseling genetik di Juno Diagnostic, masih mengutip Parents.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, untuk mengetahui jenis kelamin bayi dengan hasil akurat, sebaiknya lakukan saja USG di usia kehamilan 16 sampai 18 minggu. Umumnya, di usia kehamilan itu, jenis kelamin bayi sudah bisa terlihat.
Ilustrasi pemeriksaan USG. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan USG. Foto: Shutter Stock
Beberapa tes lain seperti pengambilan sampel vili korionik, amniosentesis, tes prenatal non-invasif (NIPT) juga bisa dilakukan untuk mendeteksi jenis kelamin dan kemungkinan terjadinya kelainan genetik pada janin. Namun, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan terlebih dahulu apakah jenis pemeriksaan tersebut diperlukan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020