Kumparan Logo

Tips dari IDAI untuk Cegah Gangguan Ginjal Akut pada Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock

Munculnya kasus gangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak kerap membuat orang tua was-was. Pasalnya, jumlah kasus yang dilaporkan kian bertambah menjadi 192 orang.

Meski begitu, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K) mengatakan, penyebab kasus tersebut belum dapat dipastikan karena masih dibutuhkan intervensi lebih lanjut.

"Penyebab AKI yang kasusnya sudah 192 orang sebetulnya belum konklusif, belum mengerucut ke satu penyebab tunggal," kata dr. Piprim dalam Instagram Live terkait Klarifikasi IDAI terkait Gangguan Ginjal yang Dikaitkan dengan Parasetamol, Selasa (18/10).

Ilustrasi Anak minum obat parasetamol cair. Foto: GOLFX/Shutterstock

Nah Moms, bagaimana dengan penggunaan parasetamol untuk anak? Apakah aman?

Menanggapi hal tersebut, dr. Piprim menyatakan bahwa obat parasetamol cair masih diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Sebab, belum ada larangan resmi dari pihak berwenang, yang dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyetop obat tersebut. Hanya saja, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan parasetamol pada anak.

"Enggak usah panik ya, monggo berikan parasetamol, it's oke. Hanya perlu waspada, konsul ke dokter, apa betul perlu diberi parasetamol," jelas dr. Piprim.

Alih-alih memberikan parasetamol pada anak, dr. Piprim menyarankan agar orang tua menggantinya dengan mengkompres untuk menurunkan demam si kecil.

"Kalau mau coba kompres anak dulu, kalau diperlukan parasetamol sirup, ya silahkan saja, kecuali ada rilis dari BPOM, kita ikuti," tambahnya.

Ilustrasi anak demam. Foto: Shutter Stock

Nah Moms, untuk mencegah anak terkena berbagai jenis penyakit ataupun infeksi, termasuk gangguan ginjal akut ini, berikut beberapa tips dari IDAI yang bisa dicoba.

kumparan post embed

Tips Cegah Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Menurut dr. Piprim, hal utama yang perlu dilakukan anak dan orang tua adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Ya Moms, ini merupakan cara yang tepat untuk mencegah berbagai jenis penyakit, baik menular maupun tidak menular, termasuk pada gangguan ginjal akut. Lantas, cara apa saja yang bisa dilakukan?

Infografik Gejala Gangguan Ginjal Misterius. Foto: kumparan

1. Hidup bersih

Pandemi virus corona telah mengajarkan anak-anak untuk lebih menerapkan pola hidup bersih, mulai dari rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menggunakan masker jika sakit, menghindari kelompok orang sakit, dan membuang sampah pada tempatnya. Ya Moms, tentunya beberapa cara tersebut sangat berguna untuk mencegah berbagai jenis penyakit atau penyakit pada anak, terutama jika penyebabnya belum diketahui.

“Mungkin kita tau kan pada sebuah kasus yang penyebabnya apa, dan terapinya bagaimana, maka kembali lagi ke perilaku hidup bersih dan sehat. Pandemi ini sudah mengajarkan kita bagaimana cara mencuci tangan, pakai masker terutama waktu lagi sakit, jangan berkerumun dengan orang yang lagi sakit juga,” jelas dr. Piprim.

Ilustrasi anak cuci tangan. Foto: Shutterstock

2. Tidur yang cukup

Untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh, anak perlu mendapatkan kualitas dan waktu tidur yang cukup. Hindari bermain gadget atau game sampai larut malam, atau bahkan membuat anak telat tidur.

Healthy lifestyle berikutnya adalah meningkatkan imunitas tubuh, saya enggak bosan-bosan mengingatkan agar anak cukup tidurnya, karena tidur itu salah satu hal yang meningkatkan imunitas kita, jangan biarkan anak main gadget dan game sampai tengah malam, ini harus dalam pantauan orang tua jangan sampai begadang tengah malam,” ungkap dr. Piprim.

3. Aktif bergerak

Selain mendapatkan kualitas dan waktu tidur yang cukup, anak juga disarankan untuk tetap aktif bergerak dan olahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar. Sebaiknya, hal ini lebih sering dilakukan di pagi hari agar anak mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari, Moms.

Ilustrasi anak olahraga dengan orang tua. Foto: Chayantorn Tongmorn/Shutterstock

4. Konsumsi makanan sehat

Hal tak kalah penting untuk mencegah berbagai serangan penyakit pada anak adalah mengkonsumsi makanan sehat. Dalam kesempatan ini, dr. Piprim juga menegaskan, anak-anak perlu menghindari makanan atau camilan yang mengandung tinggi gula karena bersifat inflamatif.

“Hindari makanan camilan apa lagi yang tinggi gula karena sangat tinggi inflamatif sifatnya dan pada kasus kondisi-kondisi seperti ini, apalagi ada long covid, ada MIS-C ini kita hindarilah penyebab inflamasi yang berlebihan,” tegasnya.