Tips Hadapi Banjir Saran dan Nasihat di Trimester Kedua Kehamilan

6 November 2019 12:19 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ilustrasi ibu hamil mendapat saran dan nasihat dari kerabat Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ibu hamil mendapat saran dan nasihat dari kerabat Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Halo Moms, apakabar Anda di trimester kedua kehamilan? Biasanya dengan perut yang mulai tampak membuncit, Anda kini jadi magnet bagi teman dan kerabat. Mereka seolah selalu saja tertarik untuk memberi komentar, saran, atau nasihat pada Anda.
ADVERTISEMENT
Misalnya komentar seperti, "Sepatu kamu haknya ketinggian, tuh!"
Atau, "Seharusnya kamu berhenti minum kopi. Enggak baik lho, untuk bayi."
Bisa juga pertanyaan macam, "Kenapa enggak coba kelas senam hamil yang ini?" dan lain sebagainya.
Komentar, saran dan nasihat ini, mungkin dapat sangat membantu. Tapi bisa juga, malah mengganggu. Aduh! Bagaimana cara mengatasinya?
Moms, coba ikuti 4 tips ini:
ilustrasi ibu hamil mendapat saran dan nasihat di trimester kedua kehamilan Foto: Shutterstock
1.Pertimbangkan sumbernya
Teman atau kerabat yang sudah memiliki anak bisa jadi sumber pengetahuan untuk ibu hamil. Karenanya, jangan langsung abaikan semua saran mereka, Moms.
Terkadang tips dari seseorang yang berpengalaman dapat menghemat waktu atau uang Anda. Ingat juga, kebanyakan orang yang memberi saran atau nasihat hanya berusaha membantu, kok.
ADVERTISEMENT
2.Maafkan saja
ilustrasi ibu hamil dan temannya Foto: Shutterstock
Karena ikut gembira atas kehamilan Anda, teman dan kerabat memang cenderung melampaui batas tanpa menyadarinya. Itulah kenapa mereka bisa saja mengatakan sesuatu pada seorang ibu hamil yang mungkin tidak pernah mereka katakan pada orang yang tidak hamil.
Misalnya, "Kayaknya kamu jangan minum boba, deh!" atau, "Parah banget, masak kamu berani makan gorengan?"
Meski bisa jadi menyebalkan, maafkan saja, Moms. Fokuslah pada niat baik atau bagaimana mereka ingin menunjukkan kepeduliannya pada Anda di trimester kedua ini.
3.Abaikan yang meragukan atau berbahaya
Dapat saran atau nasihat yang sepertinya meragukan apalagi berbahaya? Abaikanlah.
Anda bisa menghadapinya dengan jawaban diplomatis seperti, "Menarik juga ya, nanti aku tanya soal ini saat kontrol ke dokter."
ADVERTISEMENT
Jika ia mendesak atau masih terus-menerus bertanya apakah Anda sudah melakukan apa yang mereka sarankan, 'salahkan' saja dokter Anda. Bilang, "Dokterku tidak menyarankan begitu."
ilustrasi ibu hamil mendapat saran dari teman di trimester kedua Foto: Shutterstock
4.Hentikan bila berlebihan
Saran dan nasihatnya mulai berlebihan? Teman atau kerabat ngotot bahkan mulai memberi Anda omelan? Segera hentikan!
Katakan dengan tegas, "Terima kasih untuk perhatiannya," lalu ganti topik pembicaraan ke hal-hal yang aman. Soal dekorasi kamar bayi atau merek bra menyusui misalnya.
Masih tidak mempan? Tinggalkan mereka. Anda bisa permisi ke kamar kecil.
Percayalah, di trimester kehamilan kedua ini (bahkan hingga menjelang waktu bersalin nanti), alasan ke kamar kecil berkali-kali pun sangat masuk di akal dan bisa dimaklumi.