Kumparan Logo

Tips Jalani Kehamilan yang Terdeteksi Berisiko Tinggi

kumparanMOMverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Menjalani kehamilan, melahirkan dan menyusui adalah kodrat perempuan. Sehingga, idealnya setiap perempuan sah-sah saja untuk hamil dan punya anak. Meski begitu, pada kondisi tertentu, kehamilan bisa tak selalu berjalan mudah atau dapat berisiko bagi ibu dan janin.

Menurut Dr. dr. Ali Sungkar SpOG(K), dokter spesialis kandungan dan kebidanan, ciri-ciri kehamilan berisiko tinggi seperti ibu hamil dengan penyakit tertentu seperti: asma, kelainan paru, diabetes, kelainan jantung, kelainan ginjal, penyakit autoiimun, atau dengan keadaan penyulit seperti: preeklampsia, eklampsia, hipertensi, serta infeksi. Selain itu, riwayat operasi terdahulu dan hamil pada usia tertentu (sangat muda atau sangat tua), juga rentan mengalami kehamilan risiko tinggi.

Ilustrasi ibu hamil mengalami kram perut Foto: Shutterstock

“Kehamilan risiko tinggi ini dapat memengaruhi anak di dalam kandungan, seperti perkembangan janin tidak sempurna, berat janin kurang, dan yang paling banyak terjadi adalah ibu mengalami preterm atau kelahiran prematur,” ujarnya dalam TalkShow ‘Bicara Gizi—Menghadapi Kehamilan Risiko Tinggi’ bersama Danone, Selasa (17/9).

Selain pemicu yang telah disebutkan di atas, setiap calon ibu juga perlu mengenali karakteristik yang pernah terjadi padanya, sebab bisa juga berhubungan dengan kehamilan berisiko tinggi. Misalnya bisa terjadi karena calon ibu memiliki kondisi kesehatan atau pernah mengalami kecelakaan, yang sebabkan komplikasi kehamilan; tinggal di lingkungan yang membahayakan kesehatan ibu dan janin; serta bisa karena perilaku dan gaya hidup diri sendiri yang buruk, seperti merokok atau kebiasaan minum alkohol.

Ilustrasi hamil. Foto: Shutter Stock

Dr. Ali menganjurkan untuk meminimalisir risiko yang tidak diharapkan, bila calon ibu sudah tahu memiliki riwayat penyakit kronis, maka konsultasikan dulu dengan dokter saat merencanakan untuk hamil.

Sementara jika sedang menjalani kehamilan, dianjurkan untuk lebih sering mengontrol kandungan, terutama demi mendapat saran mengenai nutrisi tambahan yang diperlukan. Jika sudah mengalami tanda-tanda seperti ini, segera datangi dokter:

  • Keluarnya cairan atau sekret berlebih dari vagina

  • Pendarahan lewat vagina

  • Nyeri perut

  • Muntah terus menerus

  • Nyeri ulu hati

  • Bengkak pada muka dan tangan

  • Nyeri kepala yang berat dan terus menerus

  • Pandangan kabur atau perasaan berputar

  • Demam serta meninggil lebih dari 38 derajat celsius; serta

  • Nyeri berkemih atau jumlah urin berkurang.