Usia Berapa Bayi Alami Percepatan Pertumbuhan?
·waktu baca 2 menit

Orang tua perlu memastikan bayi tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya. Ya Moms, pada waktu tertentu, bayi bahkan bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat, mulai dari berat hingga tinggi badannya. Kondisi itu disebut dengan growth spurts atau percepatan pertumbuhan.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), percepatan pertumbuhan umumnya terjadi pada bayi berusia muda dengan frekuensi relatif pada setiap beberapa minggu atau beberapa bulan. Lantas, umur berapa bayi mengalami kondisi tersebut? Simak penjelasan lengkapnya seperti dikutip dari Parents.
Kapan Bayi Mengalami Percepatan Pertumbuhan?
Bayi umumnya mengalami percepatan pertumbuhan saat berusia 7 – 10 hari. Hal itu dipengaruhi oleh frekuensi menyusu. Percepatan pertumbuhan kemudian berlanjut pada usia 3 – 6 minggu dan 3 – 6 bulan. Saat bayi mengalami kondisi tersebut, hal yang umumnya akan diperhatikan dokter adalah berat badannya, apakah tetap ideal atau berlebihan.
Percepatan pertumbuhan pada bayi juga ditandai dengan beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini.
1. Bayi Lapar Terus
Saat mengalami fase percepatan pertumbuhan, bayi biasanya ingin menyusu terus-menerus. Bahkan, dalam waktu 2 – 4 hari, nafsu makannya bisa meningkat secara drastis.
“Semuanya meningkat di tahun pertama kehidupan. Metabolismenya cepat, frekuensi kebutuhan makannya juga cepat. Kalori itu akan menuju pertumbuhan, apakah itu membantu cadangan sel-sel lemak atau membangun otot atau (dengan bantuan hormon) secara fisik mengubah struktur tulang,” jelas dr. Joshua May, ahli endokrinologi pediatrik di Los Angeles Medical Center.
2. Pola Tidur Berubah
Selama masa percepatan pertumbuhan, pola tidur bayi juga ikut berubah. Ada yang jadi lebih lama, tapi tak sedikit juga yang justru sulit tidur. Saat tidur, hormon pertumbuhan bayi akan terus aktif. Jika bayi sulit tidur, Anda mungkin bisa mengatur waktu tidurnya dengan membiarkan tidur beberapa menit dengan frekuensi yang lebih sering dalam sehari.
3. Lebih Rewel
Bayi yang mengalami percepatan pertumbuhan biasanya jadi lebih rewel. Penyebabnya mungkin karena ia mudah lapar atau kelelahan karena kurang tidur. Namun, rewelnya si kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut nyeri tumbuh.
“Saya pikir masuk akal jika ada pertumbuhan besar yang terjadi, tendon dan otot diregangkan di dalam tubuh dan itu mungkin terkait dengan beberapa rasa sakit,” kata dr. May.
4. Bayi Menguasai Kemampuan Tertentu
Tak hanya mengalami perubahan dari segi fisik, bayi juga mengalami perkembangan dari segi kemampuan selama fase percepatan pertumbuhan, seperti bertepuk tangan dan memegang mainan. Hal itu dikaitkan dengan otaknya yang juga ikut membesar dan berkembang seperti anggota tubuh lainnya.
