Kumparan Logo

Usia Berapa Bayi Bisa Berdiri seperti Anak Kedua Raffi Ahmad?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan anak keduanya. Foto: Instagram/@raffinagita1717
zoom-in-whitePerbesar
Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan anak keduanya. Foto: Instagram/@raffinagita1717

Orang tua mana yang tidak merasa bahagia bila melihat bayi mulai bisa berdiri dan berjalan? Apalagi, berdiri merupakan salah satu tonggak perkembangan bayi yang sangat penting. Sebab, setelah mulai bisa berdiri dan berjalan, ayah dan ibu akan segera melihat si kecil aktif berlarian di rumah dengan gemas.

Nah Moms, tonggak perkembangan yang satu ini juga sedang dilalui oleh anak kedua dari pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rayyanza. Baru-baru ini, Raffi tampak mengunggah potret buah hatinya itu yang sedang berdiri sambil berpegangan di Paris, Prancis.

embed from external kumparan

“Rayyanza berdiri nongkrong nunggu toko buka mau shopping ceritanya.. Cipung oh Cipung,” kata Raffi dalam keterangannya.

Tampak Rayyanza yang menggunakan setelan berwarna biru sedang berdiri dan memperlihatkan ekspresi menggemaskan dengan pipi chubby-nya. Namun yang menjadi perhatian adalah, kini Rayyanza baru berusia 6 bulan namun sudah bisa berdiri cukup tegak dengan kedua kakinya. Wah, hebat ya, Moms!

Lantas, sebenarnya usia berapa biasanya bayi sudah bisa berdiri?

Penjelasan soal Usia Bayi Mulai Bisa Berdiri

Tahapan bayi merangkak hingga bisa berdiri sendiri Foto: Shutterstock

Menurut Development Assessment Milestone's Chart, normalnya, bayi dapat berdiri sambil berpegangan di usia 6,5-8,5 bulan, kemudian ia dapat menarik tubuh ke posisi berdiri sekitar usia 8-10 bulan, lalu berdiri sekitar 2 detik sekitar usia 9-11,5 bulan, dan berdiri sendiri dengan lebih mantap tanpa bantuan antara usia 10,5 bulan-14 bulan seperti dikutip dari Very Well Family.

Meski begitu, hal ini tidak bisa dijadikan patokan yang pasti ya, Moms. Sebab, tumbuh kembang setiap bayi berjalan berbeda-beda. Mengutip Babycenter, hanya sekitar 25-90 persen bayi bisa berdiri berpegangan atau berdiri sendiri pada usia tersebut. Jadi, sekitar 10 persen bayi bisa memakan waktu yang lebih lama hingga akhirnya bisa berdiri pada beberapa minggu atau bulan kemudian.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan di laman resminya, bayi dapat didorong untuk beraktivitas sesuai dengan usia perkembangannya, yaitu sekitar usia 9 bulan untuk berdiri dan sekitar usia 12 bulan untuk berjalan. Jika di usia tersebut bayi terlalu banyak digendong atau duduk, kemungkinan besar perkembangannya setara seperti bayi berusia 6-7 bulan.

Ilustrasi bayi belajar berdiri. Foto: Shutter Stock

Umumnya, bayi bisa berdiri sendiri setelah melewati fase melangkah. Saat bayi sudah mulai percaya diri untuk berdiri, ia akan mulai bergerak sendiri untuk berjalan. Oleh sebab itu, memang diperlukan adanya stimulasi yang cukup untuk mendorong bayi agar segera bisa berdiri dan berjalan.

Selain itu, bila Anda melihat si kecil sudah mulai mencoba berdiri dan berjalan, sebaiknya pastikan ia berada di tempat yang aman dan nyaman, atau dalam artian jauh dari benda-benda yang berisiko bahaya di sekitarnya. Jangan lupa juga untuk selalu mengawasi pergerakan bayi, agar si kecil tidak terjatuh dan terhindar dari risiko cedera.

kumparan post embed