Kumparan Logo

Vagina Gatal setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vagina. Foto: Mikhaylovskiy/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vagina. Foto: Mikhaylovskiy/Shutterstock

Setelah melahirkan, tubuh mengalami banyak perubahan, termasuk pada area vagina. Salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu adalah rasa gatal yang mengganggu, bahkan bisa memengaruhi kenyamanan sehari-hari.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya kok, Moms. Tetapi memang cukup mengganggu sehingga perlu dipahami penyebab dan cara mengatasinya.

Mengutip Health Line, rasa gatal pada vagina setelah melahirkan bisa disebabkan oleh perubahan hormon, proses penyembuhan luka, hingga infeksi ringan. Jika ditangani dengan tepat, keluhan ini biasanya akan membaik seiring waktu.

Penyebab dan Cara Mengatasi Vagina Gatal setelah Melahirkan

Ilustrasi vagina Foto: Shutterstock

1. Perubahan hormon setelah melahirkan

Setelah melahirkan, kadar hormon estrogen turun drastis. Hal ini bisa menyebabkan vagina menjadi kering, iritasi, hingga terasa gatal.

Cara mengatasi:

  • Gunakan pelembap vagina atau pelumas berbahan aman

  • Minum cukup air agar tubuh tetap terhidrasi

  • Konsultasi ke dokter jika perlu krim estrogen

2. Proses penyembuhan luka persalinan

Jika Anda melahirkan pervaginam, area perineum (antara vagina dan anus) bisa mengalami luka atau jahitan. Saat proses penyembuhan, rasa gatal adalah hal yang umum terjadi.

Cara mengatasi:

  • Jaga area tetap bersih dan kering

  • Gunakan air hangat untuk meredakan gatal

  • Hindari menggaruk agar luka tidak iritasi

3. Infeksi jamur atau bakteri

Salah satu penyebab paling umum gatal pada area genital adalah infeksi, seperti vulvovaginal candidiasis (infeksi jamur).

Cara mengatasi:

  • Gunakan obat antijamur sesuai resep dokter

  • Hindari penggunaan produk pembersih yang mengandung parfum

  • Segera periksa jika disertai keputihan tidak normal atau bau

4. Iritasi akibat pembalut atau produk kebersihan

Ilustrasi pembalut. Foto: Shutterstock

Setelah melahirkan, penggunaan pembalut dalam waktu lama bisa memicu iritasi dan rasa gatal, apalagi jika kulit sensitif.

Cara mengatasi:

  • Ganti pembalut secara rutin

  • Pilih produk tanpa pewangi

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat

5. Kebersihan yang kurang tepat

Membersihkan area intim dengan cara yang salah, seperti menggunakan sabun keras atau douching, justru bisa memperparah iritasi.

Cara mengatasi:

  • Bersihkan dengan air hangat saja atau sabun lembut (hypoallergenic)

  • Hindari penggunaan cairan pembersih vagina berlebihan

  • Keringkan area dengan lembut setelah mandi atau buang air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke tenaga medis jika:

  • Gatal tidak membaik dalam 1–2 minggu

  • Disertai nyeri hebat, bau tidak sedap, atau keputihan abnormal

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari