Via Vallen Alami Perdarahan Hebat Usai Dinyatakan Keguguran, Bahaya Enggak Ya?

30 Oktober 2022 14:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Via Vallen dan suaminya. Foto: Instagram/@viavallen
zoom-in-whitePerbesar
Via Vallen dan suaminya. Foto: Instagram/@viavallen
ADVERTISEMENT
Beberapa hari lalu, Via Vallen membagikan kabar bahwa dirinya mengalami perdarahan hebat usai mempertahankan janin yang tidak berkembang di dalam kandungan. Ya Moms, janin di dalam kandungan Via Vallen dinyatakan tidak berkembang di usia kehamilan delapan minggu. Meski begitu, wanita berusia 31 tahun ini tetap mempertahankan kehamilan tersebut sambil berharap detak jantung calon buah hatinya terdeteksi kembali.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, keputusan yang dilakukan Via Vallen justru membahayakan kesehatannya. Melalui sosial media, ia menceritakan kronologi peristiwa tersebut.
“Tapi tiba-tiba tanggal 16 Oktober aku mulai keluar flek warna coklat. Akhirnya mau ga mau, aku harus ke dokter memastikan janinku ga kenapa-kenapa,” tulis Via Vallen.
Tak sampai di situ, tiga hari kemudian, Via Vallen kerap mengeluarkan flek berwarna merah dan berlanjut hingga 20 Oktober 2022. Via masih sempat manggung di salah satu off air di Jakarta dan gladi resik di salah satu stasiun televisi tanpa merasakan sakit sama sekali.
“Tanggal 20 jam 3 sore aku masih off air di Jakarta, aku baik-baik aja gak kesakitan sama sekali,” ungkap Via Vallen.
Namun pada malam hari, Via Vallen merasakan sakit perut yang luar biasa, hingga tubuhnya terasa lemas. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Via Vallen yang didampingi suami kembali ke hotel. Tak lama kemudian, ia mengeluarkan darah yang cukup banyak saat di kamar mandi.
ADVERTISEMENT

Kata Dokter soal Kondisi yang Dialami Via Vallen

Ilustrasi wanita keguguran. Foto: Motortion Films/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita keguguran. Foto: Motortion Films/Shutterstock
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, SpOG, perdarahan yang dialami Via Vallen merupakan akibat tidak mengeluarkan janin yang tidak berkembang atau disebut kuret. Bukan hanya mengalami perdarahan, janin tersebut bisa membusuk di dalam kandungan. Sementara pada ibu, kondisi ini akan meningkatkan risiko infeksi, perdarahan di kemudian hari, dan terjadi pembekuan darah.
“Yang pertama itu kalau misalnya enggak keluar-keluar ya memang terjadi perdarahan, yang kedua kalau tidak segera dikeluarkan bisa membusuk di dalam karena janin atau hasil konsepsi yang sudah tidak berkembang kan dulunya jaringan hidup, jadi sama saja kayak menyimpan bangkai di dalam. Risiko infeksinya meningkat, perdarahan semakin meningkat, dan pembekuan darah juga,” kata dr. Dinda, kepada kumparanMOM, Kamis (27/10).
ADVERTISEMENT
Sebelumnya dr. Dinda juga menjelaskan bahwa ada beberapa pemeriksaan lanjutan yang perlu dilakukan wanita bila dokter menyatakan janin di dalam kandungan tidak berkembang. Mulai dari pemeriksaan USG pada umumnya, USG dengan pewarnaan, aliran darah, dan kadar hCG dalam darah.
“Kalau sudah dinyatakan tidak berkembang dengan beberapa penilaian misalnya dari USG, USG dengan pewarnaan, dilihat dari aliran darahnya, dengan pemeriksaan darah hCG yang tidak naik dalam dua kali pengulangan, itu sih enggak mungkin hidup lagi,” terang dr. Dinda.
Ilustrasi wanita muda keguguran. Foto: fizkes/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita muda keguguran. Foto: fizkes/Shutterstock
Lantas, apakah darah yang dikeluarkan oleh Via Vallen itu merupakan janin yang telah hancur?
“Untuk menentukan itu darah atau janin atau gumpalan darah harus melalui pemeriksaan patologi anatomi sih, bisa jadi itu janinnya, bisa jadi gumpalan darah, jadi itu sangat subjektif ya penilaiannya,” jelas dr. Dinda.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, jika kondisinya sehat dan kandungannya sudah dibersihkan, ibu bisa langsung mencoba hamil lagi kok, Moms. Namun dr. Dinda menyarankan ibu dan ayah harus memperbaiki pola makanan dan memperhatikan kandungan nutrisi hariannya. Sebab, janin yang tidak berkembang di trimester pertama sebagian besar disebabkan oleh kecukupan nutrisi kedua orang tuanya.
“Sebenarnya ada teori yang bilang harus menunggu tiga bulan, tapi yang saya pelajari sih tidak usah menunggu waktu sampai tiga bulan, jadi setelah dibersihkan dan sudah pulih bisa langsung hamil. Tapi, biasanya kan janin yang tidak berkembang pada trimester satu kan masalahnya ada pada nutrisi. Jadi, berikan kesempatan untuk ibu memperbaiki nutrisinya, suaminya juga memperbaiki pola hidupnya,” tutup dr. Dinda.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020