Kumparan Logo

Waspada Gangguan Ginjal Akut, Ini Cara Hitung Volume Urine di Popok Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waspada Gangguan Ginjal Akut, Ini Cara Hitung Volume Urine di Popok Anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Waspada Gangguan Ginjal Akut, Ini Cara Hitung Volume Urine di Popok Anak. Foto: Shutter Stock

Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) terus menjadi sorotan dan cukup membuat para ayah ibu jadi was-was. Ya Moms, orang tua diminta untuk terus mewaspadai penyakit yang masih misterius penyebabnya ini, salah satunya dengan mengamati produksi urine anak.

Ya, gejala yang paling signifikan terlihat pada anak-anak dengan gangguan ginjal akut adalah berkurangnya volume dan frekuensi urine. Bila anak yang dicurigai mengalami penyakit ini akan mengalami pengurangan urine secara drastis, bahkan anak bisa tidak mengalami buang air kecil sama sekali secara berkala dalam sehari.

Oleh karena itu, sebagai bentuk kewaspadaan, orang tua perlu memperhatikan volume urine anak dalam sehari. Perlu dicurigai apabila jumlah urine berkurang, apalagi yang disertai dengan gejala utama seperti demam, diare, muntah, dan batuk pilek. Terutama pada balita berusia 1-5 tahun, karena mayoritas kasus gangguan ginjal akut yang dilaporkan berasal dari kelompok anak berusia tersebut.

Lantas, bagaimana caranya menghitung volume anak yang masih pakai popok?

Ilustrasi menggantikan popok bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Nah Moms, agar lebih paham, yuk ikuti panduan menghitung volume urine dari Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi Sp.A berikut ini.

Cara Cek Urine Anak yang Perlu Orang Tua Pahami

Sejak awal kemunculan kasus gangguan ginjal akut diungkap ke publik, banyak orang tua yang jadi bertanya apa saja tindakan yang perlu dilakukan. Nah Moms, dr. Reza menyarankan salah satunya dengan memantau produksi urine anak secara berkala. Bila anak Anda masih menggunakan popok, pahami juga cara menghitung volume urinenya, Moms.

"Perlu ukur dulu berapa produksi urine anak. Kalau anak sudah bisa pipis sendiri, maka bisa ditampung untuk diukur berapa banyak pipisnya. Tapi kalau anaknya masih menggunakan popok, maka kita bisa mengurangi berat popok basah dengan kering. Di situ akan ada selisih gramnya," jelas dr. Reza dalam keterangan video yang diterima kumparanMOM.

Menurut dr. Reza, hasil penghitungan selisih yang didapat itulah merupakan berat pipis si kecil. Hasilnya per 1 gram = 1 ml air urine, Moms.

"Setelah dapat jumlah pipis anak, dari hasil tersebut dibagi berat badan anak (dalam bentuk kg) dan dibagi lagi dengan periode waktu pengukuran urine anak (jam). Misalnya setiap 4-6 jam," tuturnya.

Ilustrasi memilih popok sekali pakai Foto: Shutterstock

Dokter yang praktik di RS MMC itu juga membeberkan standar produksi urine pada anak berdasarkan usianya. Perlu diingat, bahwa produksi urine berbeda-beda tergantung usia anak, Moms. Nah, berikut adalah rinciannya:

1. Neonatus 0-1 bulan: 2-3 ml/kg/jam

2. Bayi 1-12 bulan: 2 ml/kg/jam

3. Anak 1-10 tahun: 1-2 ml/kg/jam

4. Remaja 10-18 tahun: 0,5-1 ml/kg/jam

Nah Moms, agar lebih jelas dan tidak bikin bingung, berikut contoh perhitungannya:

Ibu Desi memiliki seorang balita berusia 18 bulan atau 1,5 tahun dengan berat badan 10 kg, dan biasa mengganti popok lima kali dalam sehari. Maka:

  • Timbang popok bersih terlebih dahulu, misalnya 20 gram. Dengan catatan, tiap merek dan ukuran bisa berbeda beratnya, Moms.

  • Semua popok yang digunakan balita Anda dalam 24 jam kemudian ditimbang. Ingat, hanya popok yang berisi pipis saja dan jangan yang ada pupnya.

Contohnya:

Popok di pagi hari beratnya 120 gram. Jadi: 120 gram - 20 gram =100 gram

  • Setelah mencatat berat setiap popok dalam 24 jam, kini mari kita jumlahkan semua dengan contoh:

Pukul 07.00: 100 gram

Pukul 10.30: 75 gram

Pukul 14.00: 90 gram

Pukul 17.20: tidak diambil karena bersama pup

Pukul 20.45: 105 gram

Pukul 03.00: 60 gram

Bila semua dijumlah, totalnya seberat 430 gram.

  • Sekarang masuk ke perhitungan dibagi berat badan dan dalam 24 jam. Maka didapatkan:

430 gram : 10 kg : 24 jam = 1,79 ml/kg/jam.

Bila mengacu pada standar produksi urine anak balita di atas, berarti jumlah urine anak Ibu Desi normal, Moms!

Bagaimana Bila Jumlah Urine di Bawah Normal?

Ilustrasi urine manusia Foto: Pixabay/frolicsomepl

dr. Reza juga berpesan agar ayah dan ibu jangan panik, tetapi perlu untuk terus waspada memantau produksi urine anak. Terutama bila anak sedang dalam kondisi sakit dan menunjukkan gejala-gejala awal gangguan ginjal akut, maupun yang tengah mengalami gejala penyakit lainnya.

Bila mendapati produksi urine anak berkurang dari hari-hari sebelumnya, atau berada di bawah standar normal setelah melakukan perhitungan, maka jangan menunda untuk membawa si kecil ke rumah sakit.

"Kalau produksi urine anak kurang dari standar normal, malah kurang dari nilai normal, maka segera ke dokter untuk dilakukan evaluasi lanjutan dan pemantauan. Atau jika anak tidak pipis sama sekali dalam kurun 12 jam, maka segera cek ke dokter untuk evaluasi adakah gangguan ginjal akut pada anak," tutup dr. Reza.

kumparan post embed