Yang Harus Orang Tua Lakukan Bila Anak Digigit Ular

Ular kobra adalah salah satu ular berbisa yang berbahaya dan harus diwaspadai anak ketika bermain di luar ruangan, terlebih di musim penghujan seperti ini, Moms. Beberapa daerah seperti Bogor, Jakarta Timur, Banten, Yogyakarta, hingga Jember beberapa hari belakangan ini dikabarkan mengalami teror ular kobra.
Baru-baru ini, ditemukan 9 ekor anak ular kobra di halaman rumah warga di Cakung, Jakarta Timur dan 13 anak ular kobra beserta induknya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lantas, kenapa tiba-tiba banyak ular kobra muncul, ya?
Amir Hamidy, peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan munculnya banyak ular kobra di awal musim hujan merupakan sesuatu yang normal terjadi. Sebab musim penghujan menjadi waktu menetasnya telur ular.
"Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar dan merupakan siklus alami," ujarnya dalam siaran pers yang diterima kumparan, Jumat (13/12).
Saat sedang bertelur biasanya induk ular kobra akan meletakkan telur di lubang-lubang tanah atau di tempat yang kering dan lembap. Karena ular cenderung menyukai suhu ruangan yang hangat dan lembap sebagai tempat menyimpan telur. Setelah 3-4 bulan, para bayi ular kobra tersebut akan menetas dan menyebar ke segala tempat.
Jika anak suka bermain di luar rumah, hal ini tentu jadi kekhawatiran orang tua. Seperti pada Minggu (15/12) pagi, salah satu anak berumur 8 tahun terpaksa harus dirawat di rumah sakit akibat jarinya tergigit ular kobra.
Sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan, ibu dari anak tersebut sempat memberikan pertolongan pertama dengan cara mengikat kencang bagian pergelangan tangan putranya agar racun ular tersebut tidak menyebar. Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hal itu adalah cara yang salah, Moms.
Ada pula yang percaya, pertolongan pertama untuk seseorang yang digigit ular berbisa adalah dengan melukai lokasi yang terkena gigitan atau membakarnya, dan mengisap darah di tempat lokasi lokasi gigitan ular tersebut. Tapi, nyatanya hal itu juga salah!
Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua ketika anak digigit ular berbisa?
Ahli reptil dari ITB, Ganjar Cahyadi mengatakan bila Anda mendapati anak digigit ular, Anda harus selalu waspada apakah gigitan tersebut mengandung racun atau tidak. Tapi hal pertama kali yang harus Anda lakukan adalah imobilisasi atau meminimalisasi gerakan pada area yang terkena gigitan ular, sesuai dengan saran Badan Kesegatan Dunia (WHO).
"Perlakuannya seperti pada patah tulang, jadi kita memasang kayu yang diikatkan dengan perban di bagian tubuh yang terkena gigitan. Usahakan area yang tergigit tidak bergerak sama sekali untuk mencegah area peredaran bisa dengan cepat. Akan tetapi jangan diikat terlalu kencang. Setelah dilakukan upaya tersebut, barulah dibawa ke fasilitas kesehatan,” paparnya dalam rilis yang diterima kumparan.
Selain itu, Anda harus selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan di sekitar rumah, Moms. Hindari menumpuk benda, baik sampah, kardus atau bekas barang yang seringkali dijadikan rumah bagi ular untuk bersarang.
