Yuk, Jadi Co-Driver Andal untuk Suami saat Mudik! Begini Caranya

Bagaimana rencana mudik Lebaran keluarga Anda, Moms? Setiap keluarga tentu punya rencana yang berbeda. Tapi apapun rencana keluarga Anda, jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan ya, Moms.
Caranya ada banyak. Untuk Anda yang akan mudik dengan kendaraan pribadi dengan suami duduk di bangku pengemudi misalnya, Anda bisa berperan sebagai co-driver andal. Apa maksudnya?
Co-driver adalah istilah untuk orang yang mendampingi pengemudi sepanjang perjalanan, utamanya dalam perjalanan panjang seperti mudik. Biasanya, yang peran ini 'diambil' oleh penumpang yang duduk di kursi paling depan atau di samping sopir.
Tapi tidak semua penumpang yang duduk di kursi paling depan atau di samping pengemudi menjalankan peran dan tugas sebagai co-driver. Padahal Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan salah satu faktor terciptanya keselamatan berkendara adalah adanya peran dari co-driver.
Penumpang yang duduk di kursi paling depan atau di samping pengemudi, umumnya tidak menjadi co-driver karena tidak tahu bagaimana cara menjalankan peran dan tugas ini. Jadi, bagaimana caranya?
Seorang co-driver harus fokus dan konsentrasi juga terhadap jalanan, walaupun memang tak memegang kendali penuh atas mobil, Moms.
“Mereka harus sadar apa yang mesti dilakukan ketika duduk di situ saat di perjalanan,” kata Sony beberapa waktu lalu.
Agar lebih jelas, simak beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh co-driver ketika dalam perjalanan mudik Lebaran di bawah ini:
Jangan tidur
Fungsi co-driver adalah memandu, mengingatkan pengemudi untuk lebih selamat atau waspada selama perjalanan.
“Bila ingin tidur, di bangku belakang sebaiknya,” ucap Sony
Ikut fokus dan konsentrasi
Meski tidak mengemudi, cobalah selalu ikut fokus dan berkonsentrasi dalam perjalanan, Moms. Tapi juga tak perlu terlalu kaku. Mengajak suami ngobrol, tetap boleh, kok.
Hindari topik berat
Mengajak suami ngobrol supaya tidak bosan atau ngantuk, memang boleh. Tapi, hindari obrolan-obrolan berat. Ini bisa memecah konsentrasi sekaligus membuat suasana mudik keluarga Anda jadi tak enak.
“Pilih tema yang tidak berpotensi menimbulkan keributan atau perdebatan. Ini akan berbahaya di perjalanan,” tutur Sony.
Ingatkan pengemudi
Co-driver yang baik harus mengingatkan pengemudi ketika berpotensi melanggar aturan dan mulai membahayakan. Misalnya bila suami memacu mobil dalam kecepatan terlalu tinggi, tidak pakai sabuk pengaman, 'main' ponsel, menyalip dari kiri, melibas bahu jalan atau ngantuk!
Pilih kata-kata yang jelas, baik, tanpa perlu ngomel ya, Moms. Omelan Anda (apalagi kalau sampai berkepanjangan) malah akan mengganggu fokus dan konsentrasi pengemudi.
Jangan Cerewet
Sama dengan ngomel, cerewet atau terus menerus berkomentar tentang cara mengemudi suami bisa sangat mengganggu, Moms. Cobalah untuk tetap bersikap tenang, jangan mudah panik. Kalau Anda menjerit setiap kali ada bus atau truk besar yang menyalip, suami bisa terganggu juga.
“Harus tahu kondisi suaminya, oh suami saya tak bisa dikagetkan, berarti dia harus lakukan soft approach-lah saat akan memberitahu,” katanya. Intinya, jangan sampai gengges!
Nah Moms, sudah siap jadi co-driver andal untuk suami saat mudik? Jangan lupa, teruskan artikel ini ke suami tercinta agar dia juga siap menjadi co-driver yang andal saat Anda bergantian mengemudi dengannya.
