10 Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Tangerang, 8 Anak Meninggal
·waktu baca 1 menit

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, kembali merilis angka kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GgGAPA) atau atypical progressive acute kidney injury (AKI).
Dari Juli sampai Oktober 2022 sudah tercatat 10 kasus, sebelumnya 6 kasus.
"Jadi karena ada data-data lama, maka ada penambahan sebanyak empat anak. Jadi kasus di Kabupaten Tangerang ada 10 pasien penderita ginjal akut," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Faridz, Kamis, (3/10).
Dari 10 kasus itu, tercatat 8 anak meninggal dunia. Persentase kematian yang mengkhawatirkan.
"Total yang meninggal akibat ginjal akut ada 8 pasien. Dan masih dirawat satu anak di RSCM, dan satu lainnya sudah sembuh," ungkapnya.
Anak-anak yang terkonfirmasi ginjal akut itu, sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Tobat, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Baru setelahnya dirujuk ke RSCM Jakarta.
Hingga saat ini, pihaknya yang berkoordinasi dengan Loka POM Kabupaten Tangerang, terus melakukan pengawasan dan imbauan terkait dengan penggunaan obat sirup penurun panas.
"Kita terus pantau dan awasi, sampai saat ini sudah tidak ada beredar lagi obat sirop yang masuk dalam kategori berbahaya tersebut," ungkapnya.
