2 Pria yang Foto Bugil di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
kumparan Vekesyen ke Gunung Gede Pangrango. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
kumparan Vekesyen ke Gunung Gede Pangrango. Foto: kumparan

2 Pria yang foto bugil di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango minta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan dalam sebuah video. Maaf ditujukan ke masyarakat Jawa Barat.

"Kami berdua ingin minta maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman yang kurang berkenan tidak menyukai postingan saya di instagram pribadi kami, khususnya masyarakat Jawa Barat, dan teman-teman pendaki di Indonesia," kata mereka secara bergantian lewat video yang direkam dan didapatkan kumparan, Sabtu (24/10).

Keduanya juga menyampaikan klarifikasi maksud membuat foto bugil itu.

"Kami juga ingin klarifikasi tentang foto kami yang kami unggah di sosial media, bahwasanya foto itu adalah bagian riset artistik kami yang bertema fast fashion yang menuju pada Nudism," jelas mereka.

Menurut mereka, nudism kali ini tubuh sebagai ekspresi, di mana ekspresi itu adalah manifestasi prima pure manusia.

"Juga imaji tubuh telanjang bisa digunakan sebagai, protes advokasi. Jadi dapat mengubah sudut pandang masyarakat atau orang-orang di sekitar. Jadi nudism di sini adalah menyuarakan protes atau advokasi," kata mereka lagi.

Foto bugil mereka sendiri tersebar beberapa waktu lalu. Kecaman datang dari para pendaki.

Bahkan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango meminta kedua pria itu minta maaf dan melakukan klarifikasi atau akan dilaporkan ke polisi.

Berikut siaran pers Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Siaran Pers Klarifikasi Foto Asusila Yang Terindikasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

CIBODAS, TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO, KAMIS, 22 OKTOBER 2020. Menindaklanjuti viralnya foto berpose “bugil” yang diduga pengambilan gambar berlokasi di Alun-alun Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan di-repost pada akun media sosial Instagram (IG) @exploregunung_ dan @mountnesia pada hari Rabu, tanggal 21 Oktober 2020 sekitar pk. 18.36 WIB dan diikuti oleh beberapa akun media sosial lainnya.

Terkait publikasi foto tersebut, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat menyesalkan perbuatan tersebut karena bertentangan dengan norma agama dan sosial. Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian disebutkan bahwa pendaki di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesopanan, perbuatan yang meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan, perbuatan asusila atau perbuatan lain yang sejenis.

Untuk mencegah kegiatan tersebut terulang kembali, kami mengajak seluruh pihak dan masyarakat yang bergerak di bidang pendakian dan wisata alam untuk bersama-sama melakukan edukasi “pendaki cerdas” kepada pengunjung khususnya pendaki gunung.

Lokasi yang diindikasi dalam foto tersebut (Alun-alun Suryakencana – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) merupakan lokasi yang dianggap sakral bagi masyarakat Jawa Barat khususnya Cianjur. Oleh karena itu BBTNGGP bersama masyarakat sekitar kawasan meminta kepada pemilik akun IG agar menghapus unggahan foto asusila tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial yang bersangkutan kepada masyarakat Jawa Barat. Kepada para netizen yang ikut mengunggah/ repost foto tersebut diminta untuk tidak menyebarluaskan dan segera menghapusnya.

Langkah selanjutnya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran peraturan perundangan terkait ITE dan atau Pornografi.