3 Tahun Terakhir, 620 Anak di Aceh Jadi Korban Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual di Aceh yang menimpa anak di bawah umur selama tiga tahun terakhir cukup memprihatinkan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh mencatat ada 620 anak menjadi korban pelecehan seksual.
Kepala DP3A Aceh, Nevi Ariani, merinci sebanyak 177 kasus pelecehan seksual terhadap anak terjadi di 2016, 240 kasus pada 2017, dan 203 kasus sepanjang 2018. Ia mendorong agar lingkungan keluarga menjadi benteng ketahanan anak.
“Pemerintah terus berupaya dalam menangani kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi selama ini. Di mana kita mengajak perlindungan itu harus dimulai dari sebuah keluarga,” kata Nevi di Banda Aceh, Jumat (9/8).
DP3A Aceh kini terus melakukan advokasi terhadap penegak hukum agar para pelaku pelecehan seksual, apalagi kepada anak, dapat dihukum seberat-beratnya.
“Karena mereka (anak-anak) mengharapkan proses hukum terhadap pelaku mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” sebutnya.
Selain kasus pelecehan seksual, DP3A mencatat selama 2016-2018 pemerkosaan terhadap anak ditemukan sebanyak 225 kasus. Rinciannya yakni tahun 2016 tercatat 27 kasus, tahun 2017 meningkat signifikan menjadi 102 kasus, dan tahun 2018 menurun 96 kasus.
“Ada banyak kasus mungkin saya pikir tidak perlu dipublish tapi termasuk tinggi. Sekarang kita mengadvokasi para penegak hukum agar para pelaku pelecehan seksual, apalagi untuk anak agar dihukum seberat-beratnya,”ungkap Nevi.
Menurut Nevi, advokasi terus gencar dilakukan agar penegak hukum memakai UU perlindungan anak. Tujuannya pelaku jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.
“Kalau tidak dilakukan seperti itu, korban akan trauma melihat pelaku. Kemudian kalau dia trauma tidak bisa kita pulihkan dengan tuntas. Maka dia akan menjadi pelaku di kemudian hari, seperti pelecehan seksual terhadap anak-anak laki-laki,” tuturnya.
Selama ini, DP3A melakukan pendampingan baik hukum maupun psikologis agar anak korban agar bisa pulih kembali. “Kita (DP3A) akan ada petugas yang selalu mendampingi korban,” pungkasnya.
