4 Gunung Meletus Hari Ini, dari Anak Krakatau hingga Ibu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Visual erupsi Gunung Aanak Krakatau, 24/8/2026. Foto: magma.esdm.go.id/
zoom-in-whitePerbesar
Visual erupsi Gunung Aanak Krakatau, 24/8/2026. Foto: magma.esdm.go.id/

Empat gunung meletus (erupsi) hari ini, Senin (24/8). Menurut catatan Badan Geologi hingga pukul 11.15 WIB, keempat gunung itu adalah:

1. Gunung Anak Krakatau

Badan Geologi mengunggah visual erupsi gunung yang berlokasi di Selat Sunda, Lampung, ini pukul 06.56 WIB

Erupsi terjadi lagi pukul 10.11 WIB tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Lokasi Gunung Anak Krakatau Foto: magma.esdm.go.id/

Rekomendasi

Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

2. Gunung Semeru

Erupsi gunung di Kabupaten Lumajang–Malang, Jawa Timur, ini terjadi pukul 09.16 WIB tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4.376 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

Lokasi Gunung Semeru di Lumajang-Malang, Jatim. Foto: magma.esdm.go.id/

Rekomendasi

1. Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

3. Lewotobi Laki-Laki

Erupsi gunung yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, NTT, ini terjadi pukul 10.28 Wita. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Gunung Lewotobi Laki-laki Foto: magma.esdm.go.id/

Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .



2. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.



4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

4. Gunung Ibu

Erupsi gunung yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, ini terjadi pukul 10.39 WIT tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1.825 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut dan timur.

Lokasi Gunung Ibu Foto: magma.esdm.go.id/

Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Cincin Api Pasifik

Indonesia memiliki banyak gunung api aktif karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik, tempat beberapa lempeng bumi bertemu dan membentuk jalur gunung api.

Ketua Tim Kerja Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas Desi Purnamasari, pekan lalu menjelaskan bahwa letak geografis Indonesia yang berada di jalur tektonik aktif dengan puluhan gunung api aktif membuat potensi erupsi bersamaan dimungkinkan terjadi secara statistik.

kumparan post embed