8 Orang Masih Hilang dalam Letusan Gunung Berapi di Selandia Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepulan abu vulkanik dari gunung berapi Selandia Baru di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). 
 Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kepulan abu vulkanik dari gunung berapi Selandia Baru di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: REUTERS

Delapan orang masih hilang setelah gunung berapi di White Island, Selandia Baru, meletus pada Senin (9/12) lalu. Kepolisian setempat memastikan tak ada tanda-tanda kehidupan dari korban yang hilang setelah mengitari pulau tersebut dengan helikopter.

"47 orang pergi ke pulau itu (White Island). Kami sekarang dapat mengonfirmasi lima meninggal dunia, 31 (orang) saat ini (dirawat) di rumah sakit. Delapan lagi masih hilang, dan tiga telah keluar rumah sakit," ujar pejabat kepolisian, Bruce Bird, dilansir AFP, Selasa (10/12).

Kedelapan orang yang hilang adalah wisatawan asal Australia, Amerika Serikat, Inggris, China, dan Malaysia. Sedangkan terdapat juga warga Selandia Baru yang bertindak sebagai pemandu wisata.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Foto: AFP/Marty MELVILLE

Atas kejadian meletusnya gunung berapi ini, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh korban.

"Kepada mereka yang kehilangan atau kehilangan keluarga dan teman, kami turut sedih," ungkap Ardern.

"Orang-orang terkasihmu berdiri di samping 'Kiwi' (ikon Selandia Baru) yang menerimamu di sini. Kamu berduka bersamamu," lanjutnya.

Bird mengungkapkan helikopter telah mengelilingi White Island selama 45 menit pada Selasa pagi. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa apakah masih ada yang masih hidup.

Kepulan abu vulkanik dari gunung berapi Selandia Baru di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: REUTERS

"Kami tidak percaya ada orang lain yang selamat dari ledakan itu," ucap Bird.

Polisi masih menunggu waktu tepat untuk mengevakuasi jenazah karena kondisi masih cukup berbahaya, yakni berisiko terjadi letusan lanjutan.

"Hari ini fokus kami adalah bekerja dengan para ahli untuk menentukan keamanan bagi kami untuk kembali ke pulau itu. Untuk mencari orang-orang yang saat ini masih hilang," tutur Bird. "Kami hanya akan pergi ke pulau itu ketika aman."

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Foto: AFP/ALEJANDRO PAGNI

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengungkapkan terdapat 24 warganya yang berada di White Island saat gunung berapi meletus secara tak terduga.

Menurut Morrison, 24 warga Australia tersebut tergabung dalam kelompok wisata kapal pesiar Royal Caribbean. Namun, jumlah tersebut masih terus dipastikan.

"Kami sejauh ini mampu mengidentifikasi sejumlah warga Australia yang telah dirawat di rumah sakit," kata Morrison.

Sejauh ini, polisi memperkirakan tidak ada lagi korban selamat dalam meletusnya gunung berapi White Island.

kumparan post embed