Ada Ganja di Balik Romansa Dennis Rodman dan Kim Jong Un

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tanaman ganja. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Tanaman ganja. (Foto: Pixabay)

Mantan pebasket NBA Dennis Rodman kembali mengunjungi Korea Utara pada Selasa (13/6). Rodman telah beberapa kali ke Pyongyang dan tampak akrab dengan Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara.

Diiberitakan Reuters, kabar kunjungan Rodman ke Korut dilaporkan oleh CNN. Seorang reporter CNN mendapati Rodman di bandara Beijing, hendak transit menuju Korut.

Ini bukan kali pertama Rodman berkunjung ke Korut, dalam kunjungannya tahun 2013 dan 2014 ia juga bertemu secara langsung dengan pemimpin Korut Kim Jong Un.

Akses ekslusif yang dimiliki Rodman ini disebut dipengaruhi oleh Kim Jong Un yang merupakan penggemar basket NBA, terutama tim yang pernah dibela Rodman, Chicago Bulls.

Saking dekatnya dengan Kim Jong Un, Rodman bahkan sempat dirumorkan menikah dengan sang adik, Kim Yo-jong.

[Baca juga: Kali Kelima Temu Mesra Rodman dan Kim Jong Un]

Terlepas dari semua hubungan indah yang Rodman sebut sebagai "basketball diplomacy" yang dapat menengahi hubungan panas Korut dan Amerika Serikat, terselip sebuah agenda yang mencurigakan.

Dennis Rodman pakai kaos PotCoin.  (Foto: REUTERS/Jason Lee)
zoom-in-whitePerbesar
Dennis Rodman pakai kaos PotCoin. (Foto: REUTERS/Jason Lee)

Bisnis ganja.

Iya ganja atau yang juga dikenal dengan sebutan marijuana ini merupakan barang yang dapat dikonsumsi secara legal di sejumlah wilayah AS seperti Alaska, Colorado, Oregon, dan Washington.

Lalu apa kaitan bisnis ganja dengan Korea Utara? Apa kaitan Rodman dengan bisnis ganja?

Semua informasi yang berkaitan dengan Korea Utara selama ini lebih banyak dianggap sebagai sebuah rumor atau informasi yang telah diubah-ubah untuk menutupi kebenaran yang ada.

Maka mungkin ada baiknya kita membelah dari dua sisi.

Huffington Post dalam sebuah artikelnya menyebut bahwa ganja merupakan barang legal di Korea Utara. Huffington Post mengutip catatan perjalanan seorang travel blogger, Darmon Richter.

Ilustrasi daun ganja. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daun ganja. (Foto: Pixabay)

Darmon Ritcher menyebut bahwa ia bersama sejumlah turis lainnya membeli ganja secara bebas di sebuah pasar di Korea Utara pada tahun 2013.

Pernyataan Darmon Ritcher ini diperkuat pernyataan sejumlah ahli yang mengatakan bahwa ganja tumbuh subur di Korea Utara. Meski tak dapat dipastikan apakah legal atau ilegal, pemerintah Korut dianggap merespons keberadaan dan konsumsi ganja di masyarakatnya seakan tidak ada peraturan yang melarangnya.

Cannabis grows wildly in North Korea and has even been sold abroad by government agencies as a way to earn foreign currency. It’s not clear what the official law on the books states, but in any case, marijuana, which is known as ‘yoksam’ in North Korea, is not prioritized by the government and is therefore not treated as an illegal drug.

.

Kim Jong Un dan Dennis Rodman (Foto: REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Jong Un dan Dennis Rodman (Foto: REUTERS)

Kim Jong Un sendiri kerap tertangkap kamera memegang sebatang rokok dalam sejumlah acara meski tidak diketahui secara pasti tembakau atau ganja yang terkandung dalam rokok tersebut.

Di sisi lain laporan ini mendapat sejumlah bantahan, salah satunya dari artikel yang dibuat The Guardian. Ganja yang ditumbuhkan di Korea Utara adalah Hemp (ganja industri) yang berbeda dengan marijuana pohon.

Meski sama-sama berasal dari genus yang sama yakni Cannabis Sativa, hemp tidak menyebabkan gejala mabuk seperti marijuana karena memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) yang jauh lebih rendah.

It looks a little bit similar if you haven’t smoked a lot of weed. If you smoke that stuff it’ll smell weird but it won’t get you high.

Dilansir Associated Press, aturan mengenai ganja bahkan dikategorikan sama dengan kokain dan heroin yang secara tegas dilarang dan dapat dipidana.

"Tak diragukan lagi bahwa narkoba, termasuk ganja adalah ilegal di sini. Seseorang tak dapat membelinya secara legal dan merupakan sebuah pelanggaran hukum jika merokok ganja,” kata Diplomat Swedia yang tinggal di Korut, Torkel Stiernlof kepada AP.

Kembali ke Dennis Rodman, salah apa gerangan dirinya hingga dikaitkan dengan semua permasalahan ganja ini?

Dennis Rodman selama ini dikenal sebagai perokok cerutu (punya brand sendiri) dan pecandu alkohol berat. Meski demikian melalui akun twitter pribadinya ia menyebut bahwa dirinya sama sekali tak pernah merokok 'ganja' atau mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti yang dituduhkan banyak orang.

Dennis Rodman (Foto: REUTERS/Kyido)
zoom-in-whitePerbesar
Dennis Rodman (Foto: REUTERS/Kyido)

Namun tahukah siapakah yang mensponsori perjalanan Rodman ke Korut kali ini? Lihat kaos yang ia kenakan saat hendak menuju Korut melalui Bandara Internasional Beijing.

PotCoin.com begitulah tulisan dan logo yang tertera di kaos Rodman. PotCoin merupakan penyedia uang virtual untuk transaksi jual beli ganja.

Dalam situs resminya PotCoin mengatakan sebagai pihak yang membuat memfasilitasi perjalanan Rodman ke Korut.

Meski tidak menyebutkan secara jelas misinya kali ini berkunjung ke Korut Rodman berterimakasih kepada PotCoin yang dianggap menyadari 'pentingnya' kunjungannya ini.

I’m really looking forward to spending time with the wonderful people of North Korea and of course, visiting with the Supreme Leader, Kim Jong Un. I want to thank the folks at PotCoin. They realized the importance of this trip and made it all possible for me.

Darren Prince, agen Dennis Rodman, menyebut bahwa kunjungan ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antara AS dan Korut. Terlebih lagi Rodman sama-sama mengenal baik Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un.

Rodman pernah tampil bersama Trump dalam acara Celebrity Apprentice pada 2009 dan 2013.

Dennis is not a stupid guy. He’s smart in many ways; he’s very streetwise

Jika secara keseluruhan diperhatikan segitiga antara legalnya ganja di sejumlah wilayah AS, rumor Korut sebagai surga 'ganja', dan komunitas ganja yang mensponsori perjalanan Rodman ke Korea Utara menimbulkan sebuah kecurigaan dan sebuah pertanyaan besar.

Inikah sebuah jalur perdamaian AS-Korut melalui sebuah diplomasi ganja?