AHY: Rakyat Rindukan Kepemimpinan SBY, Kita Harus Bangga Oposisi
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membandingkan kehidupan masyarakat saat ini dengan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, masyarakat saat ini merindukan kepemimpinan SBY dan Demokrat.
"Rakyat rindukan SBY dan kepemimpinan Demokrat. Jangan kecewakan harapan rakyat ini. Ada yang rindu SBY? Apa yang rakyat rindukan?" kata AHY di Pembukaan Rapimnas Demokrat di JCC, Jakarta, Kamis (15/9).
AHY kemudian menjabarkan program kerja yang dijalankan selama 10 tahun pemerintahan SBY. Ia mengungkapkan, ekonomi tumbuh 6-7% di masa pemerintahan SBY. Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat meningkat hingga 3,5 kali lipat.
"Lumayan tajam. Artinya masyarakat kita sejahtera 10 tahun. Kemiskinan kita cek. 8,6 juta keluar dari kemiskinan, berkurang. Kalau ada yang katakan pertama kalinya angka kemiskinan single digit, tapi dari berapa? Demokrat dari 16 ke 10%. Kita senyum miris kalau ini seolah terjadi sekarang. Padahal ini kerja lintas generasi pemimpin," jelasnya.
AHY kemudian melanjutkan ke rasio utang Indonesia yang menurun dari 57% menjadi 24% di masa pemerintahan SBY. Sementara saat ini, rasio utang negara kembali meningkat.
"Gaji Polri naik 9 kali. Anggaran pendidikan meningkat drastis dibandingkan sekarang. Infrastruktur, madrasah, SMA, beasiswa Bidikmisi, LPDP, beasiswa santri. Tenaga honorer sekarang berapa? Nasibnya enggak tentu," tuturnya.
Tak hanya itu, AHY mengatakan gaji PNS naik selama pemerintahan SBY. Demikian pula dengan dukungan UMKM yang kuat selama 10 tahun pemerintahan SBY.
"Anggaran pertahanan juga meningkat. Saya dulu tentara tahu persis saat itu terjadi modernisasi alutsista. Ada beli tank, senjata canggih, kapal, dan lain-lain. Di zaman SBY dulu bukan hanya kesejahteraan rakyat, tapi pembangunan menyeluruh, bukan jalan-jalan saja," ujarnya.
Meski demikian, AHY menyadari nostalgia masa lalu tak cukup meyakinkan masyarakat saat ini, khususnya menjelang Pemilu 2024. Sehingga Demokrat harus memberikan bukti nyata.
Sementara terkait tren elektabilitas, AHY mengatakan tren Demokrat cukup positif. Meski demikian, lanjut AHY, tetap tergantung dengan kerja kader di lapangan.
"Cuma kita semakin confidence kalau percaya kita bisa tingkatkan. Harapan rakyat itu bukti kita 10 tahun sukses dan sukses juga jadi oposisi. Memang sering merasa terisolasi, tapi rakyat butuh suara yang enggak persis dengan yang lain. Kita harus bangga oposisi," ungkapnya.
"Semua karena kerja keras kita, keberanian, ketegasan, kesetiaan, kekompakan. Kalau tidak berani, cepat, tegas, kompak, bablas itu barang. Kita tidak boleh partai dihancurleburkan," pungkasnya.
