Aktivis Perubahan Iklim Coba Kuasai Bandara London

10 Oktober 2019 18:17 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang pengunjuk rasa Pemberontakan Kepunahan berdiri di atas atap Bandara London City, di London. Foto: REUTERS / Henry Nicholls
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pengunjuk rasa Pemberontakan Kepunahan berdiri di atas atap Bandara London City, di London. Foto: REUTERS / Henry Nicholls
ADVERTISEMENT
Para aktivis perubahan iklim mencoba menguasai bandara London City di kota London, Inggris, pada Kamis (10/10). Namun aksi ini tidak berhasil mengganggu penerbangan.
ADVERTISEMENT
Diberitakan Reuters, aktivis lingkungan dari kelompok Extinction Rebellion ini awalnya bersumpah akan menguasai bandara dan menutupnya selama tiga hari. Para demonstran mengaku akan duduk di terminal, mengelem diri, "menggunakan tubuh untuk menutup bandara".
Salah satu aktivis bahkan terlihat memanjat ke atap bandara dan berdansa. Seorang aktivis bahkan rela membeli tiket pesawat agar bisa mengganggu dari dalam. Dia menolak duduk di kursi saat pesawat akan tinggal landas, membuat penerbangan tertunda.
Seorang pengunjuk rasa Pemberontakan Kepunahan berdiri di atas atap Bandara London City, di London. Foto: REUTERS / Henry Nicholls
London City adalah bandara terbesar kelima di ibu kota Inggris itu, digunakan untuk penerbangan jarak pendek. Pada Kamis, ada 18 ribu penumpang di bandara itu dengan 286 penerbangan.
Para aktivis mengatakan aksi mereka digelar untuk memprotes perluasan bandara yang ditargetkan bisa menampung 6,5 juta penumpang pada 2022. Pada 2018, bandara itu hanya bisa menampung 4,8 juta penumpang.
ADVERTISEMENT
Perluasan bandara dianggap akan semakin menyumbang kerusakan iklim. "Perjalanan udara adalah perlambang sistem ekonomi kita yang rapuh. Sistem ini akan hancur, seperti kekacauan iklim," kata juru bicara para aktivis Rupert Read.
Petugas polisi menahan demonstran di Bandara London City, di London. Foto: REUTERS / Henry Nicholls
Aksi mereka tidak sampai mengganggu lalu lintas penerbangan yang tetap berlangsung seperti biasa. Beberapa aktivis ditahan polisi dalam aksi tersebut.
Pihak bandara mengatakan bahwa mereka berkomitmen mencapai nol emisi karbon pada 2050. Hal serupa disampaikan oleh maskapai Inggris British Airways.