Alasan Kemenag dan Komisi VIII DPR Bertemu di Hotel: Bukan Rapat Resmi

Menteri Agama Fachrul Razi menggelar pertemuan dengan Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (5/11) sore. Menurut Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, pertemuan dengan Kemenag itu sengaja digelar di luar Kompleks Parlemen karena bukan merupakan agenda rapat resmi.
"Ya, ini persoalan teknis saja. Kalau di DPR, kan tentu beda lagi tingkatannya. Kalau kita undang (Menag) ke DPR, ya itu rapat resmi, raker," kata Yandri usai pertemuan, Selasa (5/11).
Yandri menyebut, pihak Kemenag lah yang menginisiasi pertemuan tersebut. Pertemuan itu, menurutnya, hanya sebatas ajang perkenalan karena banyak anggota Komisi VIII dan jajaran di Kemenag yang baru bergabung.
"Kayak saya, kan baru juga di Komisi VIII. Ada yang baru terpilih, ada yang sudah lama. Pak Menteri juga sebagai orang baru di lingkungan Kemenag. Jadi sebelum mulai rapat, kita perlu kenal satu sama lain," jelas Yandri.
Ia juga tak mengetahui soal anggaran pertemuan di hotel tersebut. Sebab, yang menyelenggarakan adalah Kemenag.
"(Soal anggaran kegiatan) saya enggak tahu. Tanyakan (Kemenag), saya enggak ngerti," imbuhnya.
Namun, ia mengapresiasi acara silaturahmi yang diikuti pimpinan serta anggota Komisi VIII, Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, hingga seluruh jajaran eselon I Kemenag. Menurutnya, acara itu bisa menjadi awal yang baik sebelum kerja sama antara DPR dan Kemenag terjalin.
"Tapi bahwa kita memahami satu sama lain, kenal satu sama lain, kemudian akrab satu sama lain. Karena kita bangsa yang guyub, ya bagus saja dan enggak ada masalah," pungkasnya.
Acara yang mulanya diagendakan pukul 15.00 WIB itu baru mulai pukul 16.15 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh ketua Komisi VIII Yandri Susanto. Yandri didampingi oleh Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang, hingga Ace Hasan Syadzily.
Sebelumnya, Komisi VIII juga telah melangsungkan acara yang sama dengan Kementerian Sosial, Senin (4/11).
