Amerika Serikat Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian berjaga di lokasi bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Foto: INDRA ABRIYANTO/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian berjaga di lokasi bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Foto: INDRA ABRIYANTO/AFP

Bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3). Peristiwa itu mengundang reaksi keras dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat untuk Indonesia.

"Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap Gereja Katedral di Makassar pagi hari ini," tulis Kedubes Amerika Serikat dalam keterangannya, Minggu (28/3).

Dalam keterangan tertulisnya pada unggahan Instagram, AS menyebut pengeboman tersebut melukai toleransi atas keberagaman di Indonesia.

"Serangan terhadap jemaat yang sedang beribadah mencederai toleransi dan penghormatan atas keberagaman yang dijunjung tinggi rakyat Indonesia," kata Kedubes AS.

Kedubes AS juga turut menyampaikan bela sungkawa kepada para korban beserta keluarganya.

instagram embed

Bom di Gereja Katedral Makassar meledak sekitar pukul 10.30 WITA, setelah selesainya misa kedua di gereja. Para jemaat ada yang baru keluar dari gereja dan ada yang baru datang. Saat itulah pelaku yang mengendarai sepeda motor hendak masuk ke lokasi gereja.

Pelaku bom bunuh diri tersebut merupakan pasangan suami istri yang baru menikah 6 bulan. Kejadian tersebut menyebabkan 15 orang terluka.