Anak dr Fiera yang Alami Persekusi di Solok Juga Alami Trauma

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Dokter Fiera memberikan keterangan  (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Fiera memberikan keterangan (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Aksi persekusi tak hanya menimbulkan tekanan batin pada korban, namun juga orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Ada anak di bawah umur yang dilaporkan mengalami tekanan dan trauma untuk kasus persekusi yang terjadi pada Mario di Cipinang Muara dan dr Fiera Lovita di Solok, Sumatera Barat

"Keluarga besarnya dari dokter yang dari Solok (dr Fiera Lovita), bahwa anak-anaknya juga mengalami trauma," ujar Erlinda, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Polda Metro Jaya, Jumat (2/6).

Erlinda mengingatkan bahwa trauma yang dialami anak akibat intimidasi dan teror seperti persekusi tak boleh dipandang sepele, karena akan berdampak pada perkembangan psikologis mereka dewasa nanti.

[Baca juga: Dokter Fiera Lovita Tinggalkan Solok, Kini di Jakarta Bersama Suami]

Hotline laporan anti persekusi. (Foto: Koalisi Gerakan Anti-Persekusi)
zoom-in-whitePerbesar
Hotline laporan anti persekusi. (Foto: Koalisi Gerakan Anti-Persekusi)

[Baca juga: SAFEnet Ungkap 4 Tahapan Aksi Persekusi]

"Kami hadir di sini ingin mengingatkan bahwa trauma yang dialami seseorang apalagi anak itu jangan dianggap sepele, karena itu akan bermutasi pada saat dia dewasa nanti dan itu sangat mengganggu tumbuh kembangnya dan termasuk sosial masyarakatnya nanti," jelas Erlinda.

[Baca juga: Dokter Fiera Putuskan Nikmati Liburan Setelah Jadi Korban Persekusi]

KPAI meminta pada masyarakat untuk berhati-hati melakukan tindakan yang menjurus kepada persekusi. Karena sanksinya adalah pidana penjara.

"Kemarin kita baru memperingati hari Pancasila ya, oleh karena itu sekali lagi kami mengimbau kepada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, tidak hanya mengatasnamakan ormas tapi saya pun secara pribadi juga Muslim, sangat mengecam tindakan-tindakan yang main hakim sendiri dan melakukan tindakan kekerasan," kata Erlinda.