Anak Muda di Jakarta, Maluku, dan Aceh Paling Banyak Nunda Nikah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi akad nikah di KUA saat pandemi corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akad nikah di KUA saat pandemi corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Anak muda di Indonesia rupanya cenderung menunda pernikahan dari tahuh ke tahun. Alasannya beragam, mulai dari kesiapan mental, kesiapan ekonomi, hingga mereka yang masih ingin fokus pada karir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, anak muda (berusia 16-30 tahun) di Tanah Air pada tahun 2022 mencapai 65,82 juta. Sebanyak 64,56 persen di antaranya belum menikah.

Ini berbeda dengan data pada tahun 2013. Kala itu, jumlah pemuda yang sudah menikah mencapai 44,4 persen dari populasi. Artinya, tren menikah di kalangan anak muda turun 10,07 persen dalam 10 tahun terakhir.

embed from external kumparan

Sementara itu, populasi anak muda perempuan jauh lebih sedikit dibandingkan anak muda laki-laki. Perbedaannya sebesar 2,32 persen.

embed from external kumparan

Menurut BPS, Jakarta rupanya menjadi kota yang anak mudanya paling banyak belum menikah. Angkanya mencapai 76,68 persen. Diikuti Maluku (73,82%) dan Aceh (72,9%).

embed from external kumparan

Sementara itu, anak muda di provinsi NTB rupanya relatif lebih cepat menikah. Di sana, anak muda yang menunda pernikahan ada di angka 55,16 persen. Sementara itu, di Bengkulu mencapai 58,45 persen.

embed from external kumparan

Selain itu, BPS juga mencatat status perkawinan berdasarkan klasifikasi desa dan kota. Jika dilihat berdasarkan usia, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemuda yang tinggal di pedesaan maupun di perkotaan.

Pemuda di pedesaan lebih banyak yang menikah di usia antara 19-21 tahun, yaitu sebanyak 36,03 persen. Sadangkan pemuda di perkotaan yang menikah di usia yang sama sebanyak 31,58 persen.

embed from external kumparan

Reporter: Cut Salma