Anggota F-PDIP DKI Ingatkan Potensi Ledakan Corona di PPKM Level 4
·waktu baca 3 menit

Presiden Jokowi resmi memperpanjang PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang. Masyarakat diharapkan untuk tetap taat kepada protokol kesehatan dan menjauhi kerumunan.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, mengatakan keputusan memperpanjang PPKM Level 4 sampai 2 Agustus adalah pertimbangan yang baik.
“Memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus dilakukan dengan pertimbangan yang baik karena penurunan jumlah kasus baru terlihat baru beberapa hari ini selama perpanjangan 1 hingga 25 Juli, itu pun masih dengan jumlah absolut yang masih tinggi, belajar dari 2 kasus awal yang menyebar se Indonesia,” ujar Gilbert dalam keterangannya, Senin (26/7).
Gilbert masih mengkhawatirkan adanya keinginan masyarakat yang besar karena faktor ekonomi dan dampak libur Idul Adha.
“Ada hal yang masih mengkhawatirkan, yaitu keinginan masyarakat yang besar hendak beraktivitas karena alasan ekonomi dan potensi kenaikan kasus lagi dampak libur Idul Adha kemarin,” jelasnya.
Menurutnya, keinginan tersebut harus dikendalikan dan peran Pemda sebagai penanggung jawab masyarakatnya agar tetap taat kepada prokes.
“Keinginan beraktivitas ini harus dapat dikendalikan oleh masyarakat sendiri dan oleh Pemda mengingat ini sekarang tanggung jawab Pemda di samping ada sekelompok yang tidak mau taat dan disiplin prokes,” kata Gilbert.
Sementara itu, Gilbert mengatakan kasus corona masih mungkin terjadi lagi kenaikannya apabila masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan dan menciptakan kerumunan di berbagai tempat.
“Kasus ini masih mungkin naik lagi, apabila masyarakat tidak disiplin dan menuruti keputusan pemerintah seperti pembangkangan yang ditunjukkan saat mudik lebaran, belanja kerumunan Pasar Tanah Abang, Ancol dan Ragunan,” ungkapnya.
“Dampaknya semua menjadi korban, termasuk yang taat. Potensi kenaikan dampak libur kemarin masih harus diwaspadai dan diantisipasi, khususnya antisipasi untuk pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Selain itu, Gilbert mengungkapkan kegagalan awal dari gelombang kedua yang mengakibatkan banyaknya pasien isoman yang meninggal. Maka dari itu masyarakat diharapkan kesadarannya dalam masa relaksasi terbatas.
“Kegagalan antisipasi awal gelombang 2 berdampak banyak yang isoman meninggal, hal yang tidak terjadi di gelombang 1," tutur dia.
Potensi ledakan kasus masih ada, apalagi sekarang dibuka relaksasi terbatas. Setiap warga diharapkan kesadarannya.
--Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert
Ia menghimbau kepada TNI-Polri untuk memperketat pengawasan agar tidak terjadi kenaikan kasus karena tidak disiplin prokes.
“Pengawasan yang melibatkan TNI Polri masih mendesak dan perlu ketat. Jangan sampai keinginan masyarakat untuk relaksasi lalu menjerumuskan, terjadi kenaikan kasus lagi karena tidak disiplin prokes,” imbaunya.
Lebih mengerucut, Gilbert menyarankan untuk setiap Lurah, RT/RW juga ikut serta dalam pengawasan prokes dengan skala mikro di lingkungannya masing-masing.
“Pemetaan lokasi yang tidak taat prokes perlu dilakukan oleh Lurah, yang melibatkan RT/RW. Pengawasan skala mikro di tingkat RT sebaiknya menjadi andalan,” tuturnya.
Gilbert berharap dari pengurus RT untuk membuat giliran ronda untuk mencegah kerumunan dan tetap taat kepada protokol kesehatan.
“Beberapa contoh yang baik adalah pengurus RT yang giliran ronda pagi-sore untuk mencegah kerumunan dan ketaatan prokes, dan RT tersebut bisa disiplin. Kita berharap semua pihak mampu menahan diri, kalau tidak bisa mendukung proaktif,” pungkasnya.
