Anies Bersyukur Permintaan Pemakaman Protap COVID-19 di JAkarta 0, ini Datanya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kabar gembira soal permintaan pemakaman protap COVID-19 di Jakarta 0. Ini sejalan dengan rendahnya angka kematian karena corona di Jakarta.

Meski begitu, Anies meminta semua warga tidak lengah, lalai, apalagi abai soal prokes. Sebab, pandemi corona belum usai.

Jakarta memang sempat mengalami masa sulit dalam penanganan corona pada Juli-Agustus 2021. Saat itu, semua indikator naik: kasus harian, kasus aktif, BOR, kematian, hingga pemakaman.

Namn, semua daya upaya dilakukan untuk menekan penyebaran corona. Hasilnya, dapat dirasakan kali ini. Berikut data pemakaman protap COVID-19 di Jakarta:

embed from external kumparan

Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, Angka pemakaman protap COVID-19 tertinggi selama PPKM Darurat yakni terjadi pada tanggal 10 Juli 2021 sebanyak 404 orang.

Hingga hari terakhir PPKM Darurat pada tanggal 26 Juli 2021, angka pemakaman protap COVID-19 terus turun menjadi 180 orang per hari.

Memasuki masa PPKM Level di Jakarta, angka pemakaman protap COVID-19 masih terus menunjukkan tren penurunan. Pada tanggal 6 September 2021, pemakaman protap COVID-19 di Jakarta pertama kali menyentuh angka terendah yakni sebanyak 6 orang per harinya.

Kemudian, angka pemakaman protap COVID-19 di Jakarta terus konsisten di bawah 20 orang per hari nya, hingga Kamis (7/10) tidak ada angka pemakaman protap COVID-19 di Jakarta.

Di sisi lain, angka kemaian tanggal 26 Agustus 2021 di Jakarta pertama kali terendah semenjak PPKM Darurat yakni 2 orang per hari. Kemudian, angka kematian COVID-19 di Jakarta terus turun dan masih konsisten di bawah 30 orang per harinya hingga 14 September kematian karena COVID-19 kembali menyentuh 2 orang per hari.

Terakhir, pada tanggal 4 Oktober 2021 tidak ada angka kematian (0 orang) di Jakarta. Hal tersebut adalah pencapaian terendah angka kematian COVID-19 selama masa PPKM Darurat.

Berikut datanya:

embed from external kumparan

Patut Disyukuri

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima suntikan dosis kedua vaksin AstraZeneca. Foto: Instagram @aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan rasa syukur usai tak ada permintaan pelayanan pemakaman protap COVID-19 di Jakarta dalam waktu 24 jam.

Momen kebahagiaan ini ia bagikan dalam Instagram pribadinya, @aniesbaswedan.

"Sebuah hari yang patut disyukuri! Dalam 24 jam terakhir terdapat 0 permintaan pelayanan pemakaman protap COVID-19 di DKI Jakarta (data Distamhut DKI sejak jam 18.00 kemarin sampai 18.00 hari ini). Alhamdulillah!" kata Anies yang dikutip kumparan, Kamis (7/10) malam.

Anies mengatakan, tidak adanya kasus kematian akibat COVID-19 dalam satu hati ini bukanlah sebuah perayaan. Sebab, pandemi corona masih belum usai.

"Nol kematian di hari ini sama sekali bukan perayaan, karena pandemi jelas belum selesai. Ini adalah pengingat bahwa, atas izin Allah SWT dan atas ikhtiar kita semua, sebuah hari tanpa kematian COVID-19 adalah mungkin untuk dicapai," ungkapnya.

Petugas pemakaman beristirahat di area pemakaman khusus COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

===

Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews