Anies: Djarot dari Partai Wong Cilik, Pasti Bela Wong Cilik

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bemo di kawasan Benhil (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bemo di kawasan Benhil (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Per tanggal 6 Juni kemarin, Bemo resmi dilarang beroperasi di Jakarta. Larangan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sesuai dengan Surat Edaran Kadishub Nomor 84/SE/2017. Adanya aturan tersebut, membuat banyak sopir bemo putus asa. Pasalnya, moda transportasi tersebut harus diganti dengan yang lebih modern.

Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, mengaku saat ini ia tak bisa memberikan solusi terkait dengan permasalahan tersebut. "Kalau sekarang saya enggak bisa kasih solusi kan belum dilantik jadi gubernur," ucap Anies usai acara buka bersama dengan salah satu tim suksesnya, di daerah Koja, Jakarta Utara, Selasa (13/6).

[Baca juga: Bemo Dilarang Beroperasi di Jakarta]

Bemo di kawasan Benhil (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bemo di kawasan Benhil (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Anies berharap, Djarot, selaku Gubernur DKI saat ini, dapat menyelesaikan permasalahan yang menyangkut rakyat kecil tersebut. "Pak gubernur itu dari partai wong cilik, pasti membela wong cilik," kata dia.

[Baca juga: Haerul, 39 Tahun Menjadi Sopir Bemo]

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Widjatmoko menjelaskan, penghentian izin operasi ini sebelumnya sudah disosialisasikan sejak September 2016 yang lalu.

Pemprov DKI memberikan kesempatan kepada sopir bemo untuk menjadi sopir TransJakarta.

[Baca juga: Kisah Bemo yang Semakin Tergerus Zaman]