Anies Genjot Vaksinasi: Beda dengan Hujan, Kendali Pandemi Ada di Tangan Kita

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tinjau vaksinasi ulama di Balai Kota Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tinjau vaksinasi ulama di Balai Kota Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Salah satu upaya untuk mengendalikan corona, yakni dengan menggiatkan vaksinasi. Jakarta sudah berhasil menyuntikan 6,4 juta dosis pertama kepada warga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus melakukan segala upaya untuk bisa mengajak warganya vaksinasi. Mulai dari penyediaan sentra vaksinasi di berbagai lokasi, mobil vaksinasi keliling, hingga kini menggerakan PKK untuk target 1.000 orang per kelurahan setiap hari.

kumparan post embed

Anies di depan ibu-ibu PKK berpesan, pandemi corona bisa dikendalikan dengan upaya setiap orang. Berbeda dengan urusan hujan.

"Kita ingin pandemi ini segera selesai, tapi selesainya itu tergantung kita. Ini beda dengan musim hujan, itu kendalinya enggak di tangan kita. Yang kendalikan air hujan bukan kita, tapi kalau pandemi di tangan kita," ujar Anies dalam arahannya kepada PKK DKI secara virtual, Senin (19/7).

Anies Baswedan membuka vaksinasi untuk Anak di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Semakin banyak orang yang tervaksin, kata dia, semakin sedikit orang yang memiliki peluang positif. Dengan begitu pandemi bisa segera diakhiri.

"Makin banyak yang tervaksin, maka semakin sedikit yang positif, semakin sedikit yang positif makin cepat pandemi selesai," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berbincang dengan warga calon penerima vaksin COVID-19 saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

"Jadi ibu-ibu semua pesan kami, permintaan kami, yuk kita cepat-cepat akhiri pandemi ini, yuk kembali beraktivitas, yuk kirim kirim anak-anak kembali bisa sekolah. Syaratnya pandeminya bisa selesai, untuk selesai, semakin sedikit yang positif, untuk sedikit yang positif banyak-banyak yang vaksinasi," tutupnya.

embed from external kumparan