kumparan
search-gray
News7 Agustus 2019 12:38

Anies soal Ricuh di Komandan Cafe: Bila Melanggar Akan Diproses Hukum

Konten Redaksi kumparan
Anies soal Ricuh di Komandan Cafe:  Bila Melanggar Akan Diproses Hukum (1989)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat di upacara peringatan HUT Satpol PP ke 63 dan Satlinmas ke 57 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono terkait insiden penyerangan Komandan Cafe oleh massa berbaju oranye.
ADVERTISEMENT
Anies Baswedan menyerahkan sepenuhnya kasus penyerangan ini kepada pihak kepolisian untuk ditindak pidana. Ia lalu mengimbau seluruh pihak, termasuk kepada Jakmania --pendukung Persija Jakarta--, untuk senantiasa tertib dan tidak melakukan pelanggaran.
"Saya imbau kepada semua yang rapi dan tertib, jangan lakukan pelanggaran. Ketika melakukan pelanggaran itu sudah masuk tindakan ranah pidana, dan diproses kepolisian. Pesan kepada semuanya, bahwa kita sama-sama jaga ketertiban, bila melanggar akan diproses hukum," jelas Anies di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).
Anies soal Ricuh di Komandan Cafe:  Bila Melanggar Akan Diproses Hukum (1990)
Kondisi kerusakan pasca rusuh di Komandan Caffe. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Terkait kekalahan Persija dalam final Piala Indonesia di Makassar, Anies memahami seluruh pendukung ingin tim kesayangannya juara. Akan tetapi, ia meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menerima kekalahan.
"Pesan kepada semuanya, tentu kita inginkan Persija menjadi pemenang. Kali ini Persija belum menjadi juara, tapi Persija sudah tunjukkan kerja terbaik. Teman-teman kerja all out, suporter pun sudah all out mendukung. Ini ikhtiar yang sangat baik," ungkap Anies.
Anies soal Ricuh di Komandan Cafe:  Bila Melanggar Akan Diproses Hukum (1991)
Suasana pasca rusuh di Komandan Caffe Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Tak lupa, Anies Baswedan juga meminta seluruh pihak untuk tetap menjaga tali persaudaraan dan menjaga sportivitas. Karena, dalam olahraga wajar ada yang menang dan kalah.
ADVERTISEMENT
"Tunjukkan sportivitas dan mari kita dukung terus. Insyaallah Persija akan tampil menjadi pemenang di putaran-putaran berikutnya," tutupnya.
Insiden penyerangan disertai pelemparan batu terjadi pada Selasa (6/8) lalu saat nonton bareng (nobar) final Piala Indonesia yang mempertemukan PSM Makassar vs Persija Jakarta.
Saat kejadian, datang sejumlah massa berbaju oranye ke kafe tersebut. Mereka sempat beradu mulut dan bersitegang, lalu berujung pada kerusuhan.
"Ketika selesai pertandingan, salah satu dari pihak PSM di dalam ada yang berjoget-joget. Diduga ada suporter Persija yang melintas itu melihat lalu melakukan pelemparan," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar.
Indra menyebut pihaknya akan memeriksa pemilik Komandan Cafe, karena tak mengajukan izin mengadakan nobar kepada pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white