Antisipasi Pilkada dan Libur Akhir Tahun, Bali Siapkan Tempat Isolasi dan ICU

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya.  Foto:  Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Kasus virus corona meningkat pada pekan terakhir November di Bali. Sementara itu, pelaksanaan Pilkada dan libur akhir tahun sudah di depan mata.

Ada enam kabupaten/kota di Bali yang akan mengelar pemilihan bupati dan wakil bupati, yakni, Denpasar, Karangasem, Jembrana, Badung, Bangli, dan Tabanan

Kepala Dinas Kesehatan I Ketut Suarjaya mengaku telah menyiapkan strategi. Salah satu di antaranya adalah menyediakan tempat tidur, ICU dan ruang isolasi.

Saat ini, ada 1.308 unit tempat tidur dan 140 unit ICU yang tersedia di rumah sakit rujukan virus corona di Bali. Saat Pilkada nanti kapasitas tempat tidur, ICU dan ruang isolasi akan terus ditambah.

Dia berharap kasus corona tidak melebihi 50 kasus per hari. Jika kasus mencapai di atas 50 kasus per hari akan sulit menyiapkan tempat tidur hingga ruang isolasi.

"Kami tentu punya strategi, sekarang ini punya 1308 tt isolasi dan 140 ICU, kita udah punya skema nanti, kalau kasusnya di atas 50 kita tambahi di tempat lain. RS Bali Mandara, PTN, RSAD jadi prioritas. Kita udah antisipasi. Tapi jangan sampai kasusnya di atas 70, kalau angkanya sampai di atas 70 kita segera menambah," kata dia, Selasa (1/12).

Strategi ini akan dilanjutkan hingga libur akhir tahun mendatang. Para Satgas COVId-19 antar provinsi, kabupaten dan kota akan terus berkoordinasi mengenai ketersediaan tempat tersebut.

com-Pulau Dewata, Bali Foto: Dok. Kemenpar

"Termasuk akhir tahun, lebih kenceng lagi ini. Apalagi sekarang udah ada relawan untuk melakukan tracing. itu konsekuensinya kasus akan bertambah. Kita harus siapkan ruang isolasi, ruang karantina terpusat baik di provinsi atau kota harus disiapkan. Ini harus di jaga. Makanya satgas provinsi/ kab/kota tetap bermonitor tempat," kata Suarjaya.

Menko Marves Luhut B. Panjaitan sempat menegur Gubernur Bali Wayan Koster mengenai lonjakan kasus virus corona naik dan potensi kerumunan warga. Berdasarkan data yang dibeberkan Luhut, kasus terkonfirmasi positif naik dari 386 kasus pada periode 28 Oktober - 3 November menjadi 823 kasus.

Sementara itu, kasus corona di Bali per Senin (30/11) mencapai 14.027 orang. 12.701 orang di antaranya sembuh, 432 orang meninggal dan 894 orang masih dirawat di 17 rumah sakit rujukan dan gedung karantina.