Anwar Abbas Puji Kapolri: Tegas-Profesional Ungkap Tewasnya Brigadir Yosua

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi Polri, khususnya Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 8 Juli lalu.
"Sebagai orang yang cinta kebenaran dan keadilan, kita tentu patut memberikan apresiasi kepada Kapolri dan pihak kepolisian yang telah dapat membongkar kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai ke akar-akarnya," ujar Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8).
Ia menyebut, awalnya masyarakat sempat pesimistis dan mempertanyakan kredibilitas Polri dalam mengusut kasus ini.
"Tapi syukur Alhamdulillah, berkat sikap tegas dan profesionalitas dari Kapolri dan pihak kepolisian kasus ini bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya dengan menangkap dan mentersangkakan siapa yang telah menjadi aktor utama dan atau otak intelektual dalam kasus terbunuhnya Brigadir J," jelas Anwar.
Ia berharap kasus ini menjadi momentum bagi Polri untuk berbenah dan memperbaiki diri agar kepercayaan masyarakat ke institusi ini semakin meningkat.
"Sehingga diharapkan pihak kepolisian akan bisa menjadi salah satu agen dalam perubahan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini ke arah yang jauh lebih baik, sehingga diharapkan negeri ini akan bisa menjadi negeri yang maju, berakhak dan berkeadilan di mana rakyatnya hidup dengan aman, tentram, damai, sejahtera dan bahagia," tutupnya.
Dalam kasus ini, Polri telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Mereka ialah Bharada E alias Richard Eliezer, Bripka RR alias Ricky Rizal, KM alias Kuat serta Irjen Pol Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo disebut telah memerintah Bharada E untuk melakukan penembakan terhadap Yosua. Dia juga menskenario peristiwa tersebut seolah-olah terjadi baku tembak.
Mereka dijerat Pasal 340 Sub 338 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP.
