Aqua Olah Sampah Kemasan Jadi Botol Daur Ulang Ramah Lingkungan

11 Desember 2019 5:39 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Proses daur ulang sampah botol jadi botol ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proses daur ulang sampah botol jadi botol ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
Perusahaan Danone Indonesia mulai beralih menggunakan botol daur ulang untuk mengemas salah satu produk mineralnya, Aqua. Langkah itu dilakukan sebagai cara mereka dalam mengelola sampah kemasan.
ADVERTISEMENT
“Indonesia jadi penyumbang plastik ke laut kedua di dunia. Kemudian jadi pijakan juga bagi Aqua mengembangkan fokus ini. Tahun lalu kita memelopori gerakan bijak berplastik,” ujar Senior Sustainable Packaging Manager Danone Indonesia, Ratih Anggreini ,di PT Namasindo Plas, Bandung, Selasa (10/12).
Proses daur ulang sampah botol jadi botol ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Ratih mengatakan, PT Namasindo Plas dan PT Roy PET --dua anak usaha Danone yang memproduksi botol daur ulang--, berhasil mengumpulkan kembali sampah botol kemasan hingga ribuan ton per tahunnya. Dari situlah, nanti diolah menjadi botol daur ulang.
“Kita sudah kumpulkan 12.000 ton botol plastik per tahun. Ini lokasinya di Bali, Lombok, di Bandung ada dua, Roy Pet salah satunya, sama di Tangerang Selatan,” ujarnya.
Proses daur ulang sampah botol jadi botol ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Saat ini, penggunaan botol daur ulang sudah diberlakukan untuk Aqua kemasan 600 ml. Botol tersebut mengandung 25 persen bahan daur ulang.
ADVERTISEMENT
Sedangkan terobosan terbaru mereka, yakni botol dengan bahan 100 persen daur ulang, baru tersedia di Bali dan Jakarta.
Proses daur ulang sampah botol jadi botol ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
“Soal botol pertama di Indonesia, botol plastik 100 persen plastik daur ulang dan 100 persen dapat didaur ulang lagi. Ini baru dilaunching di Bali dan Jakarta,” jelas Ratih.
Lebih jauh, penggunaan botol daur ulang juga turut mendorong ekonomi sirkular. Setidaknya, menurut Ratih, 20 ribu pemulung di Bandung tercatat sebagai penyuplai sampah botol untuk perusahaan mereka.
Proses daur ulang sampah botol jadi botol ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
“Kurang lebih alur sirkular ekonominya dari pemulung dibawa ke Roy Pet untuk diolah jadi flakes, baru dibawa ke Namasindo untuk diolah. Di sini ada 20 ribu pemulung yang kita berdayakan, di Bali ada setengahnya,” kata Ratih.
ADVERTISEMENT
“Tapi tidak hanya pemulung, tapi juga bank sampah, TP3SR. Kalau di Jakarta juga kita ambil dari hotel-hotel yang berlangganan kita,” pungkasnya.