Arab Saudi Belum Juga Umumkan Haji 2021, Kemenag Pertimbangkan Semua Opsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji 2020 melaksakan tawaf wada (tawaf perpisahan) pada Minggu (2/8).  Haji hanya diikuti seribuan jemaah. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji 2020 melaksakan tawaf wada (tawaf perpisahan) pada Minggu (2/8). Haji hanya diikuti seribuan jemaah. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain

Hingga kini pemerintah Arab Saudi secara resmi belum mengumumkan teknis haji 2021, apakah akan diikuti jemaah luar negeri dan berapa kuotanya. Padahal ibadah haji akan dilaksanakan pada Juli nanti.

Lalu apakah opsi tidak memberangkatkan haji akan diambil seperti tahun 2020 lalu? Atas pertanyaan ini Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi, menegaskan bahwa semua opsi akan dibahas oleh Menteri Agama bersama DPR.

"Waktu terus berjalan. Kita akan bahas semua opsi berikut persiapan dan mitigasinya bersama DPR," kata Khoirizi seperti dikutip dari website Kemenag, Senin (31/5/2021).

Farida, satu dari 16 WNI di Arab Saudi yang beruntung terpilih beribadah haji 2020. Foto: Twitter/@CGCSaudi

Tahun 2020, Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji. Negara-negara lain juga melakukan langkah serupa. Keputusan ini diambil karena Arab Saudi tak juga mengumumkan kebijakan haji tahun itu.

Beberapa hari kemudian, Arab Saudi mengumumkan bahwa haji hanya diikuti oleh seribuan jemaah yang terdiri dari warga lokal dan ekspatriat yang menetap di negara tersebut (mukimin) alias tidak ada jemaah dari luar negeri.

Untuk tahun ini, Singapura adalah negara pertama di dunia yang mengumumkan tidak akan mengirimkan jemaah haji 2021 karena masih tingginya kasus corona di banyak negara.

kumparan post embed

Kemenag Tetap Mempersiapkan Diri

Meski Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi teknis haji 2021, Kemenag tetap mempersiapkan diri.

"Persiapan berikut mitigasinya terus dilakukan. Tapi pemerintah belum mengambil keputusan akhir. Arab Saudi juga belum mengumumkan teknis operasional penyelenggaraan haji tahun ini,” kata Khoirizi.

“Yang jelas, apa pun keputusan akan dibicarakan antara pemerintah dengan DPR," lanjutnya.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi. Foto: Kemenag RI

Khoirizi berharap Arab Saudi bisa segera mengumumkan teknis operasional haji 1442 H, utamanya terkait kuota. Sehingga, Kemenag dan Komisi VIII bisa membahasnya lebih lanjut.

"Selain info dari Saudi, teknis kesiapan Kemenag juga akan dipengaruhi faktor waktu. Itu juga menjadi pertimbangan penting, apakah cukup untuk proses pemberangkatan, pengadaan layanan, dan lainnya," jelas Khoirizi.

Menurut jadwal, Kemenag akan mengadakan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR siang nanti. Raker membahas persiapan haji dan isu-isu aktual.

kumparan post embed

****

Saksikan video menarik di bawah ini: