Asap Karhutla Disebut Sampai Vietnam, Kemenhut Cek Datanya

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia disebut berdampak hingga ke Vietnam. Terkait hal ini, Kementerian Kehutanan mengatakan sumber asap tak semua dari dalam kawasan hutan, tetapi juga ada di luar kawasan hutan.
"Saya sampaikan kembali bahwa kebakaran yang terjadi di Indonesia tidak semuanya bersumber dari kawasan hutan. Ada di kawasan hutan, ada di luar kawasan hutan. Separuh-separuh, hampir separuh-separuhlah gitu," kata Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dyah Murtiningsih ditemui di UGM, Selasa (15/9).
"Sehingga tentu saja yang pertama ini karena ini El Nino yang terjadi lima tahun sekali dan tentu saja kalau El Nino ini kan kemaraunya lebih panjang dan juga lebih kering misalkan pada musim El Nino ini, sehingga memang munculnya kebakaran ini akan menjadi sering terjadi karena kondisi iklim yang memang sangat kering. Terpantik dengan suatu kejadian, pastinya juga akan meluaskan," bebernya.
Soal asap sampai Vietnam, Dyah akan mengecek kembali apakah benar asap dari Indonesia atau bukan.
"Tetapi kita akan cek kembali apakah data itu benar dari Indonesia atau tidak, nanti akan kita cek. Karena kemarin juga ada negara lain juga yang ini, tapi kami akan cek kembali apakah benar. Karena tidak hanya Indonesia yang mengalami kebakaran sebenarnya, terjadi di negara-negara yang lain juga," katanya.
"Nah, ini kita perlu mendalami, tidak menjadi isu yang saya kira perlu tidak harus di isu yang harus dibesar-besarkan," jelasnya.
Dyah mengatakan semua pihak baik masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan instansi lain bersama-sama menangani kebakaran ini.
"Karena ini masalah bersama, tidak hanya masalah Kementerian Kehutanan saja," ujarnya.
Dyah mengatakan penanganan karhutla sudah dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun cara ini juga turut bergantung pada kondisi iklim.
"Kalau tidak terjadi atau tidak adanya bibit awan, itu juga tidak bisa terjadi. Nah, sehingga kami atau Kementerian Kehutanan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, BNPB, TNI, Polri itu tadi, untuk menyelesaikan atau menangani kebakaran itu terlebih dahulu," katanya.
Selain penanganan, Kemenhut juga akan melakukan evaluasi serta penegakan hukum bagi masyarakat atau perusahaan yang sengaja membakar hutan.
"Juga akan melakukan penegakan hukum bagi mereka-mereka baik itu masyarakat, baik itu perusahaan yang memang sengaja melakukan, terutama yang sengaja melakukan kebakaran hutan itu terjadi," katanya.
