kumparan
7 November 2019 4:46

Babak Baru Kucing Dicekoki Ciu di Jawa Timur

Ilustrasi Kucing
Ilustrasi Kucing Foto: Pexels
Kasus kucing dicekoki ciu menjadi pusat perhatian publik beberapa waktu lalu. Terlebih, video penyiksaan kucing tersebut diupload Ahmad Azzam (22) warga Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, melalui Instastory miliknya @azzam_cancel.
ADVERTISEMENT
Kini kasus tersebut memasuki babak baru. Hasil uji laboratorium dan autopsi menyebut bila kucing mati akibat alkohol. Ada perlemakan di hati dan jantung yang disebabkan cairan alkohol.
"Penyebab kematian kucing dipastikan akibat masuknya cairan alkohol pada tubuh hewan tersebut," ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi, Rabu (6/11).
Selain itu, Laboratorium Forensik Polda Jatim juga menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh dan leher kucing yang diduga akibat penganiayaan. Bahkan ekor kucing diketahui mengalami patah tulang.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui kasus kucing dicekoki ciu tersebut melibatkan dua orang. Azzam berperan sebagi perekam dan pengunggah video, sedangkan yang memberikan minum adalah Andra yang juga pemilik kucing.
Hasil uji laboratorium dan autopsi kasus kucing dicekoki ciu itu akhirnya mematahkan semua keterangan yang diberikan Azzam. Bahkan dari hasil tersebut tidak ditemukan adanya racun atau pun cairan air kelapa seperti keterangan Azzam.
ADVERTISEMENT
Azzam mengatakan sebenarnya saat video tersebut diambil, dirinya sedang menolong kucing yang merupakan milik salah seorang teman yang bernama Andra. Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam (16/10).
Saat itu, ia bersama kedua temannya menemukan kucing dalam kondisi keracunan. Tidak jauh dari kucing terdapat bangkai tikus yang mati karena diracun.
Lokasi kejadian merupakan kawasan area persawahan, dan tikus menjadi hama petani. Petani di kawasan tersebut biasa memasang racun, agar hewan pengerat ini tidak merusak tanamannya. Diduga kucing tersebut menggigit bangkai tersebut sehingga ikut keracunan.
"Saat saya datang kucing terlihat lemas sepertinya keracunan," ujar Azzam, Jumat (18/10).
Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam sebuah universitas di Yogyakarta itu kemudian mengaku berinisiatif memberikan pertolongan dengan meminumkan air kelapa.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan