Bagaimana Nasib Bodebek usai Jakarta Kembali Terapkan PSBB Ketat?

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toko parfum tutup saat hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Margonda Raya, Depok, Jabar, Rabu (15/4).  Foto: ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
zoom-in-whitePerbesar
Toko parfum tutup saat hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Margonda Raya, Depok, Jabar, Rabu (15/4). Foto: ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

Pemprov Jabar melalui juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad masih mengkaji kebijakan yang akan diterapkan di Bogor, Depok, Bekasi atau Bodebek setelah DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan PSBB secara ketat.

Kebijakan itu antara lain apakah Bodebek akan menerapkan PSBB sama seperti Jakarta atau tidak.Sebagaimana diketahui, kebijakan yang diterapkan di Bodebek acap kali menuruti DKI Jakarta. "Masih dikaji (kebijakannya)" kata Daud Achmad melalui pesan singkat, Kamis (10/9). Sejauh ini, kata Daud, Bodebek masih menerapkan PSBB secara proporsional hingga tanggal 29 September mendatang. Bagaimanapun, kebijakan untuk Bodebek nantinya bergantung pada wali kota dan bupati setempat.

kumparan post embed

"Implementasi ada di masing-masing bupati dan wali kota," ucap dia.

Sementara ini, wacana yang mengemuka soal Bodebek ialah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK). Kebijakan itu diwacanakan sebab penerapan PSBMK di wilayah Kota Bogor dinilai berhasil menurunkan angka kasus.

"Diminta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK)" kata dia.

Informasi yang dihimpun, periode 31 Agustus hingga 6 September 2020, terdapat tiga wilayah di Jabar yang berada dalam status risiko tinggi atau zona merah yaitu Kota Depok serta Kota dan Kabupaten Bekasi. Sementara itu, 14 kabupaten atau kota berada di zona oranye atau risiko sedang, dan 10 wilayah berada di zona risiko rendah atau zona kuning.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan